Setelah
menonton “The Wave” (2015) dengan kemunculan klaustropobiknya yang hanya dalam
satu sekuen, “The 33” bisa menawarkan lebih. “The 33” berkisah tentang
terjebaknya para pekerja tambang emas San José di Copiapó, Chili
pada tahun 2010. Judulnya merujuk pada jumlah korban yang terjebak. Lebih
kurang selama dua bulan mereka merasakan pengapnya di dalam tanah. Bisa
dibayangkan derita apa saya yang mereka alami. Kelaparan, haus, sesak nafas,
dan psikologis yang bisa saya terganggu.
Rabu, 03 Februari 2016
Selasa, 02 Februari 2016
THE WAVE [2015]
“The Wave” diawali footage hitam putih tentang bencana
gelombang pasang yang pernah menyapu sebuah kota di Norwegia pada 1905. Berbeda
dengan gelombang pasang yang sering kita saksikan dalam tv, yang satu itu
terjadi akibat runtuhan gunung ke dalam danau. Akibatnya, air dalam danau
meluap sehingga menciptakan gelombang raksasa. Kemudian Roar Uthaug kembali
menghidupkan fenomena alam mengerikan itu ke dalam “The Wave” ini.
Senin, 01 Februari 2016
AMERICAN HERO [2015]
“American
Hero” garapan Nick Love mengingatkan saya pada “Chronicle” (2012) milik Josh
Trank. Kamera goyang, kekuatan super, isengi orang, dan hal lain semacamnya. Satu
yang pasti bahwa “American Hero” bukanlah film superhero ala buku komik. Ia hanya manusia biasa (baca : bajingan)
dan tanpa kostum serta tanpa niatan menumpas kejahatan.
MARDAANI [2014]
Saya
paling mengapresiasi dimana figur seorang wanita benar-benar ditinggikan
selayaknya pria (disebut feminism).
Entah itu dalam bidang sastra puisi, musik, atau film. Memang sudah seharusnya
derajat wanita dibuat setara dengan pria dan bukan sebaliknya. Di lingkup film,
saya cukup sering menemui karakter wanita digambarkan dengan maskulin serta
pemberani. Dibanding sebagai objek yang selalu dieksploitasi, wanita di situ
mampu menunjukkan bagaimana perannya dalam menjaga keseimbangan dinamika
kehidupan.
Senin, 25 Januari 2016
PREDIKSI PEMENANG OSCAR 2016
Penyelenggaraan
Academy Awards (Oscar) ke 88 masih sekitar satu bulan lagi. Tapi sebagian besar
dari Anda pasti sudah tidak sabar lagi untuk menyaksikan siapa yang keluar
sebagai pemenang dari tiap kategorinya. Begitu pun juga saya hingga membuahkan coretan
sederhana tentang prediksi pemenangnya ini.
Minggu, 24 Januari 2016
THE REVENANT [2015]
Setelah Anda menonton “The Revenant,” bisa Anda
simpulkan jika ini adalah film survival –
revenge. Kenyataannya “The Revenant” bukanlah sekedar film mainstream dengan konsep semacam itu.
Ada nama Alejandro G. Iñárritu di kursi
sutradara. Ia lah yang mengajak kita berpetualang dalam konflik beruntun antar
negara dengan plot unik dalam “Babel” (2006). “Birdman” (2014) ? Tidak perlu
saya jelaskan penghargaan apa yang didapat lewat film tersebut. Dengan nama
besarnya itu, sudah lebih dari cukup sebagai alasan menilai positiv film yang
diangkat dari novel berjudul sama karya Michael Punke ini.
Jumat, 22 Januari 2016
ROOM [2015]
Satu
jam pertama dari “Room” akan membuatnya terlihat seperti drama kriminal
kebanyakan. Mungkin Anda sendiri bahkan menemukan alurnya similar dengan kisah nyata yang tragis. Tapi “Room” adalah fiksi. Diangkat
dari novel berjudul sama karya Emma Donoghue (sekaligus penulis naskah di sini)
dan diarahkan oleh Lenny Abrahamson, “Room” adalah drama though-provoking tentang “apakah yang sesungguhnya kita butuhkan
untuk menjadi seseorang ?”






