Minggu, 24 Mei 2015

MEMENTO [2000]

Apakah Anda tipe orang yang menyukai film-film penuh teka-teki dan misteri di dalamnya ? Jika benar, maka Anda harus menikmati film kedua penyutradaraan Christopher Nolan ini. Dengan plot yang ­non-linear, Anda benar-benar akan dibuat mind-blowing dengan teka-teki yang disebar di sepanjang film ini. Bahkan mulai dari menit-menit pertama, pikiran Anda sudah akan dipenuhi dengan banyak pertanyaan.

Seorang pria bernama Leonard Shelby (Guy Pearce) bertekad akan membalaskan dendam pada seseorang yang telah memperkosa dan membunuh istrinya. Kesulitan semakin bertambah karena ia mengidap short-term memory / ingatan jangka pendek. Untuk membantu mengingat, ia harus sering membuat catatan dan memotret setiap benda, tempat, atau orang yang ia temui dengan kamera polaroid. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ia membuat catatan dengan cara mentato seluruh tubuhnya. 

Saya rasa cukup itu saja yang bisa saya tuliskan sebagai sinopsis. Dari segi inti cerita, Memento sebenarnya tidak rumit, yaitu tentang seorang pria yang mencoba mencari pemerkosa dan pembunuh dari istrinya. Tapi yang membuat Memento sangat berbeda adalah penggunaan plot reverse chronologynya. Ya, di bagian awal sudah dibongkar siapa orang yang ‘dimaksud’ oleh Leonard yang telah membunuh istrinya. Kemudian cerita berlanjut dengan alur mundur satu persatu. Dari situ, kita akan tahu segala peristiwa yang telah dilalui olehnya hingga ia bertemu dengan si pembunuh tersebut. Di antara pergantian adegan yang satu dengan lainnya, disisipi beberapa flashback dari Leonard dengan layar hitam putih. Antara adegan reverse dan flashback memang memiliki benang merah yang tidak bisa dipisahkan. 

Memento benar-benar sukses memeras otak saya. Satu persatu kepingan misteri wajib saya susun kembali agar dapat menemukan jawabannya. Dialog yang ‘cukup’ rumit memang sudah menjadi ciri khas dari Christopher Nolan, dan harus saya hadapi. Untuk penggunaan plotnya yang unik, sebenarnya sudah bukan hal yang baru lagi di dunia film. Jauh sebelum Memento, ada film Rashomon (1950) karya Kurosawa Akira yang juga menggunakan plot yang sama.

Mungkin pada awalnya, penonton akan bertanya-tanya, mengapa harus menonton Memento hingga selesai jika di awal sudah tahu siapa orang yang dicari oleh Leonard ? Jawabannya karena Memento bukan film mysteri thriller biasa. Fokus utama dalam Memento sebenarnya adalah bukan mengenai pencarian pembunuh dari istri Leonard, melainkan proses yang diikuti oleh Leonard ketika mencari fakta-fakta tentang pembunuh istrinya. Hal itulah yang membuat Memento benar-benar sangat asyik sekali untuk diikuti.  

Christopher Nolan tidak asal mereverse film yang diangkat dari cerita pendek karya Jonathan Nolan ini. Di dalamnya akan banyak kita temui dialog yang harus benar-benar dicermati serta jangan sampai kehilangan satu adegan pun, sedikit saja maka akan kehilangan arah dalam mengikuti cerita dari Memento. Seperti ciri khas Nolan pada film-film lainnya, tidak lupa ending twist menjadi senjata ampuh untuk menutupnya. Tidak hanya itu saja, Anda akan benar-benar dibuat berdecak kagum ketika tahu fakta sesungguhnya di balik cerita flashback yang diselipkan pada setiap pergantian adegannya. 

Esensi yang saya dapat dari Memento ini adalah mengenai pergolakan batin seorang Leonard Shelby yang memiliki ingatan jangka pendek. Setiap apa yang dilakukannya, maka sekitar 10 menit kemudian ia sudah lupa dengan apa yang telah ia lakukan. Dengan begitu, Leonard mulai berpikir tentang pembalasan dendamnya, “sudah aku lakukan kah ? Atau belum ?” karena kedua jawaban tersebut sama saja. Jika ‘sudah’, akhirnya dia juga akan lupa, bukan ?. Jika ‘belum’, dari mana ia tahu ?. Intinya, Leonard lakukan apa yang ‘harus ia lakukan’. Sekalipun pada akhirnya harus memudar dari ingatannya.   
ATAU
8,5 / 10

13 komentar:

  1. min, uda mau meleyup kepalaku dengan misteri film ini. sebenarnya pembunuhnya siapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pembunuh sebenarnya itu James Grant

      Hapus
    2. pembunuhnya lenny sendiri

      Hapus
  2. bingung jg bro, kykx leonard sendiri yg bunuh dengan disuntik pake insulin,istrix kan penderita diabetes..

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Yang aku engga ngerti adalah hubungan antara Teddy dan Jimmy itu apa? Yang kedua adalah siapa itu Dodd? Dan apakah Sammy itu nyata atau hanya alam bawah sadar si Leonard?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sammy itu alam bawah sadar si lenny

      Hapus
    2. Teddy itu kan polisi yg bantu si Leonard, untuk nyari pembunuh istrinya. pembunuhnya itu si Jimmy (he raped and kill my wife, tattoo on his neck).

      Dodd itu saya jg msh belum paham haha

      Sedangkan Sammy itu nyata bray, itu klien nya si Leonard. Mungkin dia itu terobsesi sama Sammy sehingga dia juga jadi short-memory-loss gitu

      ada yg punya pendapat laen?

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Dodd itu pembunuh bayaran dari natalie, karena si lenny yang udah bunuh si jimmy pacarnya natalie, sedangkan jimmy itu pengedar narkoba yang dijebak sama teddy, teddy emg mau ngebunuh jimmy karena teddy sebenarnya jg terlibat narkoba, jadi teddy manfaatin lenny buat bunuh jimmy, teddy itu polisi yang bantu lenny, Waktu istrinya diperkosa istri lenny sbnrnya ga mati, tapi lenny udah kena gegar otak . . dan istri lenny juga diabetes dan mati karena suntik insulin . . jadi yang lenny ingat hanya trauma pemerkosaan itu. sammy itu nyata dia klien lenny, karena lenny emg penyidik asuransi kerjaanny

      Hapus
  6. Aku gak sempet ngambil nafas pas lihat setiap adegan di film ini. Butuh konsentrasi tinggi boooo'.
    Ini film yang membuat penontonnya mengalami apa yang dialami Leonard: kalau gak fokus, bisa lupa apa yang terjadi di adegan reverse sebelumnya.
    And it really disturbs. Perlu rewind?
    Jangan ah, gak seru kalau rewind. Mending ditonton sampai selesai, lalu nonton lagi untuk yang kedua kalinya, hehehe.

    BalasHapus
  7. ane juga pusing nonton film ini, banyakan twist banget deh,, dan lagi bikin harus mikir tajemm... salut buat yang bikin film ini.

    BalasHapus

AYO KITA DISKUSIKAN !