Kamis, 21 Januari 2016

STEVE JOBS [2015]

Selama menonton “Steve Jobs,” saya menyadari tengah menonton biopic seorang revolusioner di era modern ini. Steve Jobs—image-nya tidak bisa lepas dari Apple, Pixar, dan aneka produk mutakhir yang melebihi masanya. Sembari menyaksikan biopic Steve Jobs ini; seperti kebiasaan, saya membuat catatan kecil ulasan di Ms. Word dalam Windows 7. Saya tertawa.

Selasa, 19 Januari 2016

SPOTLIGHT [2015]

Pada 6 Januari 2002, publik digemparkan dengan headline dari Koran Boston Globe yang bertuliskan “Church allowed abuse by priest for years.” Berita tersebut ditulis oleh Michael Rezendez, salah satu anggota Tim Spotlight dari The Boston Globe. Pada saat itu, berita tersebut menjadi salah satu yang paling hangat diperbincangkan setelah insiden 9/11. Terhitung sejak hari itu, korban dari pelecehan seksual oleh para pendeta kemudian memberanikan diri membuka suara. Kasus hebat itulah yang menjadi materi pokok dalam film yang diarahkan dan ditulis oleh Tom McCarthy serta John Singer.

Minggu, 17 Januari 2016

CAROL [2015]

Selama dua hari ini saya menonton period drama secara berurutan. Setelah kemarin ada “Brooklyn,” kini ada “Carol”. Menariknya, kedua film ini sama-sama bersettingkan tahun 1952. Tidak kalah mengejutkannya, John Crowley (sutradara “Brooklyn”) awalnya direncanakan untuk menyutradai film yang dibintangi Cate Blanchett dan Rooney Mara ini. “Carol” diangkat dari novel berjudul “The Price of Salt” karya Patricia Highsmith, kemudian diadaptasi dalam naskah oleh Phyllis Nagy. Jika Anda pernah menonton film noir klasik tentang swap murders tahun 1951, Patricia Highsmith lah penulis novelnya.

Jumat, 15 Januari 2016

BROOKLYN [2015]

Eilis Lacey, seorang gadis muda nan canggung asal Enniscorthy, Irlandia, menghabiskan waktunya bekerja di toko kecil milik Nn. Kelly (Brid Brennan). Diperankan oleh Saoirse Ronan, Eilis adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya, Rose (Fiona Glascott) sangat menyayanginya. Mereka tinggal bertiga bersama sang ibu. Sejak lama, Eilis berkeinginan bekerja di pembukuan seperti layaknya Rose. Bukti rasa sayang Rose yang begitu besar, ia mengurus segala keperluan Eilis menuju Brooklyn, New York. Rose berharap Eilis memiliki pekerjaan bagus dan masa depan cerah di sana. Jelas sudah, “Brooklyn” bercerita tentang American Dream.

45 YEARS [2015]

Menyebut “45 Years” atau “Amour” (2012) mungkin lebih tepat dengan sebutan “romansa senior”. Atau mungkin “pernikahan senior” ? Salah satunya bisa dipilih. “45 Years” bercerita tentang pasangan yang telah menikah sesuai dengan judulnya; menikmati hari-hari dengan bahagia. Apa lagi yang ingin dicari ?, selain kedamaian dan ketenangan berdua akan arti dari ‘pernikahan emas’. Pada mereka-mereka yang telah menyentuh usia pernikahan hampir setengah abad, pastinya aneka badai sudah pernah diterjang. Artinya pendewasaan dalam menghadapi segala masalah dalam pernikahan dapat diselesaikan dengan ‘dingin’. Singkat kata, pernikahan semacam ini dapat dikatakan bakal awet tanpa goyah.

Kamis, 14 Januari 2016

THE GOOD DINOSAUR [2015]

Pada dasarnya “The Good Dinosaur” memiliki premis yang sangat menarik. Menggunakan alternate timeline berupa gagalnya meteor memusnahkan dinosaurus, ada pertanyaan apa yang akan terjadi ketika mereka tidak punah. Sayangnya, meski dengan premis menggiurkan, tidak ada pengembangan cerita yang berarti. Wajar pula bila akhirnya “The Good Dinosaur” memiliki cerita yang biasa/medioker dengan tema pencarian jati diri. Kenyataannya memang sudah banyak alur semacam itu yang kita lihat baik dalam live-action maupun animasi.

Selasa, 12 Januari 2016

MEMORIES OF MURDER [2003]

**FILM SUPER**
Pecinta film crime-mystery-thriller dengan segala tetek bengeknya seperti : investigasi berintelejensi tinggi sampai penemuan korban dengan menyisakan teka-teki; maka “Memories of Murder” adalah rekomendasi yang tepat bagi mereka. Selesai menonton “Memories of Murder”—reaksi yang hampir sama dengan “Guilty” (2015), saya hanya bisa diam terpaku dengan cerita brilian yang ditawarkan. Mengejutkannya—seperti halnya “Guilty”, “Memories of Murder” didasarkan pada insiden nyata yang pernah menggemparkan Korea Selatan. Disebut dengan “The Hwaseong Serial Murders”, pembunuhan berantai itu terjadi di Kota Hwaseong, Propinsi Gyeonggi, Korea Selatan.