Belakangan ini, sepertinya film horror
mulai berkembang dengan sedikit-sedikit mengurangi jump scare murahan yang mulai usang. Seperti beberapa waktu lalu, It Follows (2014) berhasil memberikan nuansa baru sebagai film horror yang tidak
hanya menyeramkan, tapi juga fresh
meski kita sadari konsepnya cukup konyol. Film asal Australia karya Jennifer
Kent yang berjudul The Babadook ini mengulangi hal yang sama dengan meminimalisir
penggunaan jump scare dan lebih banyak bermain dengan creepy sound. Dalam beberapa aspeknya,
The Babadook bahkan jauh mengungguli It Follows, terutama dari aspek
karakterisasinya.
Rabu, 08 Juli 2015
Senin, 06 Juli 2015
THE AGE OF ADALINE [2015]
Kisah seorang manusia yang tidak mengalami penuaan pernah saya tonton
dalam film yang dibintangi Chloë Moretz, Let Me
In (2010). Karakter dalam komik Marvel, Wolverine, juga mengalami hal yang
sama. Tapi, penceritaan drama romansa Age of Adaline ini tentu tidak bisa
disamakan dengan film superhero tersebut. Konsepnya sama, manusia yang tidak
bisa menua, kemudian terjebak cinta dengan sosok yang sangat jauh lebih muda.
Terdengar klise ?. Boleh saja jika berfikir seperti demikian, tapi Age of
Adaline tidak lantas dikemas dengan cheesy.
Meski fiksi ilmiahnya (atau fantasi, mungkin) terasa lemah, lika-liku kisah
romansanya lah yang menjadi kekuatannya.
TIMBUKTU [2014]
Kelompok
agama radikal adalah kelompok-kelompok penebar teror yang dengan seenaknya
mengatas namakan dirinya dengan suatu agama tertentu. Tidak hanya satu agama
saja bahkan, banyak agama yang ada telah dicemarkan oleh kelompok radikal
tersebut. Berbagai aturan yang ada dalam agama pun disalahgunakan tanpa
memiliki pengetahuan lebih akan hal itu. Dengan cermatnya, Abderrahman Sissako
memanfaatkan isu yang sedang marak tersebut untuk membuat film ini. Sesuai
judulnya, film ini bersettingkan Kota Timbuktu yang ada di Mali. Pada tahun
2012, kota ini sempat dikuasai oleh kelompok radikal bernama Ansar Dine.
Minggu, 05 Juli 2015
FLASH GORDON [1980]
Flash Gordon diangkat dari komik strip karya Alex Raymond tahun 1934. Flash Gordon versi
movie ini dibuat dengan camp style,
gaya penceritaan yang memiliki kesamaan dengan Batman TV Movie yang dibintangi
oleh Adam West. Meski menggunakan style
yang sama, Flash Gordon tidak lantas dengan totalnya menampilkan kekonyolan dan
kebodohan secara eksplisit seperti apa yang sebelumnya dicontohkan oleh Batman
TV Movie di tahun 1968. Unsur keseruan dan ketegangan masih menyelimuti kuat sci-fi adventure ini, walaupun akting
yang dihadirkan jauh dari kata ‘bagus’.
Jumat, 03 Juli 2015
THE KILLING [1956]
Pernah melihat perampok
dirampok ?, mungkin hanya ada di film feature-length
ketiga dari Stanley Kubrick ini. The Killing adalah film crime noir yang diangkat dari novel berjudul Clean Break karya
Lionel White. Seperti ulasan saya sebelumnya tentang film noir dari Alfred Hitchcock, Strangers on a Train (1951), The
Killing juga banyak mengangkat aspek ambigu moral dan motivasi seksual (sebagai
tujuan dari tindak kriminal) di dalamnya. The Killing menceritakan tentang lima
orang yang berencana merampok uang sebesar $2 juta dari arena pacuan kuda, dan
hanya ada satu dari kelimanya yang merupakan perampok profesional.
Kamis, 02 Juli 2015
MOMMY [2014]
Xavier
Dolan punya cara unik dalam menampilkan hubungan yang hangat antara seorang ibu
dengan anaknya. Bukan lewat tutur kata santun seperti seharusnya, melainkan
lewat kata-kata kasar dan tidak jarang pertengkaran-pertengkaran yang tidak
lazim dilakukan antara ibu dan anak pada umumnya. Tapi di balik itu, sosok ibu
dan anak yang diciptakan Dolan ini begitu saling menyayangi dan melindungi,
bahkan mungkin melebihi hubungan ibu dan anak yang ‘normal’ di luar sana. Dengan
rasio gambar 1 : 1, semakin menambah keunikan dalam film ini.





