Selasa, 08 September 2015

EVERLY [2014]


“Everly” tidak ubahnya film female vigilante dengan aroma grindhouse seperti layaknya film-film milik Quentin Tarantino. Benar saja, “Everly” memiliki senyawa dari “Dwilogy Kill Bill” (2004) yang keduanya juga bercerita mengenai seorang wanita yang memberontak pada kelompok yang telah menaunginya. Joe Lynch mengusung kembali konsep tersebut ke dalam film ini namun tidak lantas mengulang sepenuhnya yang pernah ada. Dengan kreatifnya ia menggunakan single location berupa ruang apartemen sebagai battlefield untuk sekuen aksinya. Salma Hayek yang memiliki kharisma wanita seksi pun sangat pantas disematkan di posisi leading role.

Senin, 07 September 2015

LOVE AND MERCY [2014]

“Love and Mercy” merupakan biopic dari Brian Wilson, musisi dan produser rekaman ternama dari California. Ia juga merupakan co-founder dari band terkenal, “The Beach Boys” yang telah menelurkan salah satu album terbaik sepanjang masa berjudul “Pet Sounds” tahun 1966. Apa yang membuat Brian Wilson begitu diakui sebagai musisi jenius adalah dari caranya yang tidak biasa dalam mengaransemen lagu. Baik itu dari komposisi nada maupun penambahan sound tidak lazim di tiap lagunya, seperti bunyi hewan, bel sepeda, hingga klakson mobil. Inspirasi dalam bermusiknya pun unik dimana ia sering mendengarkan lantunan bunyi-bunyi ajaib yang tiba-tiba terdengar di telinganya.

Minggu, 06 September 2015

A SERBIAN FILM [2010]


Apa yang membuat saya begitu ingin sekali menonton film ini adalah demi membuktikan apa yang sering didengungkan oleh banyak orang yang menganggapnya sebagai film ‘sakit, gila, menjijikkan, dan tidak beradab’. Tentunya alasan lainnya adalah karena memang saya pribadi penikmat tipikal film semacam ini. Meski begitu sejujurnya sebelum menonton film ini, saya sendiri sempat mewanti-wanti apakah saya benar-benar ingin menontonnya. Walau sempat ragu, akhirnya keputusan pun bulat untuk menontonnya dan hasilnya....?. Mengecewakan. Film debut dari Srđan Spasojević ini rupanya masih jauh dari ekspektasi saya yang mengharapkan film yang benar-benar gila.

MICHAEL BAY ?

Ada apa dengan Michael Bay ?. 

Pertanyaan tersebut pastilah terlintas di pikiran Anda tatkala membaca judul tulisan ini. Ataukah Anda sedang berpikir bahwa saya pengagum berat Michael Bay ?. Emm....tidak juga. Bukan berarti juga saya membencinya. Tidak, untuk apa pula saya membencinya. Toh film-film karyanya sangatlah menghibur, jadi itu tidak mungkin. Lantas, apa maksud dari tulisan mengenai Michael Bay ini ?. Yah, hanya sekedar tertarik saja sebenarnya dengan salah satu sutradara terkenal Hollywood satu ini. Di saat mungkin blogger lainnya tengah menuliskan opininya mengenai sutradara-sutradara ternama lainnya macam Christoper Nolan, Quentin Tarantino, Martin Scorsese, dan lainnya, saya justru menulis mengenai sutradara yang selalu panen kritik negatif atas karya-karyanya ini.

Jumat, 04 September 2015

AS THE GODS WILL [2014]


“As The Gods Will” yang diadaptasi dari manga karya Muneyuki Kaneshiro, “Kami-sama no Iu Tōri”, merupakan salah satu bentuk kesenangan dari Takashi Miike lewat adegan gila-gilaan layaknya film-filmnya terdahulu seperti “Ichi The Killer” ataupun “Crows Zero”, tapi tidak termasuk “Ninja Kids” dan “Hara-kiri : Death of Samurai” di dalamnya. Bagi yang setia mengikuti karya-karyanya dan tahu betul bagaimana film-filmnya, mungkin tidak akan percaya bahwa ia sempat menyumbangkan tenaganya dalam dua episode “Ultraman Max”. “As The Gods Will” mungkin masih kalah ‘gila’, tapi berhubung ini adalah karya Miike, sangat menjanjikan tentunya bahwa kita akan menikmati berbagai macam kebrutalan fatal nan menghibur.

Kamis, 03 September 2015

THE SEARCHERS [1956]

**FILM SUPER**
Sebagai penikmat film western, tentunya sangat menggembirakan bila memiliki kesempatan untuk bisa menonton versi klasiknya. Terutama film yang dibintangi oleh aktor ikonik western seperti John Wayne ini. “The Searchers” yang disutradari oleh John Ford (beberapa kali berkolaborasi dengan John Wayne) ini tampak semakin istimewa lagi mengingat dibuat dengan format Technicolor yang bisa dibilang dapat dihitung jari untuk film-film keluaran era tersebut. Hasilnya tampak sangat mengagumkan dari segi visual (berwarna), begitupun dengan kualitas cerita berikut aksi seru yang disuguhkan. Maka tidak mengherankan bila “The Searchers” menjadi salah satu film ­western terbaik yang pernah dibuat. Tanpa membedakan menurut genre, tidak diragukan lagi “The Searchers” adalah satu dari sekian film terbaik yang pernah ada.

Rabu, 02 September 2015

DRAGON BALL Z : RESURRECTION 'F' [2015]


“Resurrection F” sendiri adalah kelanjutan dari movie “Dragon Ball” sebelumnya, “Battle of Gods” (2013). Apa yang membedakan dua movie ini dibandingkan dengan pendahulunya adalah ditangani sendiri oleh sang kreator, Akira Toriyama. Dengan campur tangannya sang mangaka (komikus), tentunya akan diharapkan sebuah sajian super seru lewat pertarungan-pertarungan maha dahsyat seperti yang sering kita lihat di tv series-nya. Jika dalam “Battle of Gods” kita diperkenalkan dengan dua sosok baru yang masih asing, Beerus dan Whis, maka saatnya kita bernostalgia dengan salah satu villain legendaris dari anime “Dragon Ball” ini. Siapakah dia ?. Tentunya sudah terjawab melalui poster dan bahkan judulnya sendiri.