Minggu, 06 September 2015

MICHAEL BAY ?

Ada apa dengan Michael Bay ?. 

Pertanyaan tersebut pastilah terlintas di pikiran Anda tatkala membaca judul tulisan ini. Ataukah Anda sedang berpikir bahwa saya pengagum berat Michael Bay ?. Emm....tidak juga. Bukan berarti juga saya membencinya. Tidak, untuk apa pula saya membencinya. Toh film-film karyanya sangatlah menghibur, jadi itu tidak mungkin. Lantas, apa maksud dari tulisan mengenai Michael Bay ini ?. Yah, hanya sekedar tertarik saja sebenarnya dengan salah satu sutradara terkenal Hollywood satu ini. Di saat mungkin blogger lainnya tengah menuliskan opininya mengenai sutradara-sutradara ternama lainnya macam Christoper Nolan, Quentin Tarantino, Martin Scorsese, dan lainnya, saya justru menulis mengenai sutradara yang selalu panen kritik negatif atas karya-karyanya ini.

Michael Bay yang lahir pada 17 Februari 1965 ini memang dikenal dengan franchise Transformer-nya yang telah mendapatkan pendapatan jutaan dolar di seluruh dunia. Film-film kelas blockbuster yang pernah ia buat selalu sukses di pasaran. Semua itu tidak lain merupakan keahliannya dalam membuat film yang banyak mengundang aksi, ledakan, teknologi canggih, dan wanita seksi yang tentunya dengan mudahnya menarik khalayak ramai untuk selalui menontonnya. Tidak ada kedalaman cerita atau pendalaman karakter berarti dalam setiap filmnya. Ya, karena penonton sendiri kebanyakan sudah puas dengan segala visual maupun audio yang ia tawarkan. Masalah konsep cerita adalah urusan belakangan, yang pastinya ia sanggup menyajikan gelaran spektakuler yang selalu dinanti-nanti ketika film-filmnya rilis.

Michael Bay yang selalu panen kritik soal film-filmnya memang betul adanya. Dari aspek cerita, film buatannya boleh dikatakan tidak ada yang ‘benar-benar’ bagus. Maksud saya adalah tidak ada yang sampai mempermainkan emosi penontonnya. Membuat penontonnya merasakan suka, simpati, haru, dan lain sebagainya. Apalagi sampai bisa masuk dalam nominasi penghargaan film-film bergengsi di kategori “Film Terbaik”. Ada juga pula yang menyatakan bahwa film-film buatannya tidaklah layak tonton. Well, saya kurang setuju untuk penyebutan itu. 

Rasanya lengkap sudah kekurangan-kekurangan di film-filmnya Bay. Tapi ada satu hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa Bay selalu totalitas dalam setiap karyanya. Ia sanggup memaksimalkan bujet yang ada untuk membangun sebuah film dengan kelas blockbuster. Lihat saja, ia dengan hebatnya menghadirkan setiap adegan ledakan besar-besaran bahkan sampai-sampai menggandeng pihak militer untuk keperluan syuting. CGI yang ia gunakan dalam filmnya jugalah tidak tanggung-tanggung, tengok saja “Transformers” series. Coba siapa sekarang yang tidak suka melihat kendaraan beraneka macam berubah menjadi robot ?. Hemm...tentunya sangat mengasyikkan. Dan hebatnya Michael Bay telah mampu mewujudkan mimpi itu lewat petualangan Optimus Prime dkk. yang sebelumnya hanya kita lihat lewat serial kartunnya saja.  

Setelah aksi seru nan menegangkan dan ledakan-ledakan bombastisnya, Bay juga tidak lupa menghadirkan penyedap visual lewat aktris-aktris seksi yang selalu ia undang untuk main di filmnya. Kembali terlihat kecerdikan Bay yang begitu lihai memanfaatkan potensi yang ada demi menyuguhkan film yang menghibur bagi penontonnya. Tentunya kebanyakan film yang ia buat memang lebih bersegmen pada penonton-penonton dari kaum Adam. Selain hal-hal yang saya sebutkan di atas, ciri khas lain yang selalu melekat pada sutradara kelahiran L.A. ini adalah pada cara pengambilan gambarnya dengan angle tertentu dan produk-produk yang selalu mampir di film karyanya. Sungguh mengasyikkan bukan, di saat kita sedang asyiknya menonton, kita pun seakan ikut berlomba-lomba menebak dan menghitung berapa jumlah produk yang lewat. 

Mungkin tidak ada film-filmnya dengan rating sangat tinggi dalam situs-situs terkenal macam Rotten Tomatoes, Metacritic, hingga IMDb. Tapi persetan dengan semua itu, toh animo masyarakat untuk menonton film-filmnya sangatlah tinggi tanpa dipengaruhi rating semacam itu. Hampir dipastikan tidak ada bioskop yang sepi ketika filmnya sedang diputar. Mengapa ?. Karena film buatannya sangatlah menghibur, itu saja. Ia totalitas, maksimal, dan tahu cara menyenangkan penonton. Apakah penonton peduli dengan Sam Witwicki yang tiba-tiba hilang di “Transformers 4” (2014) ?. Lah, ngapain ?. Wong mereka sudah senang kok melihat Lamborghini bisa jadi robot. Intinya Michael Bay sudah tidak peduli lagi entah itu naskah filmnya bagus atau tidak. Dibenci kritikus film pun ia tidak peduli, karena ia bilang sendiri kalo filmnya untuk menghibur penonton, bukan kritikus film. Pokoknya yang penting bujetnya harus gede, ada ledakan, CGI mahal, produk bersliweran, dan wanita seksi....uhhuy. Nah, masih ada yang bilang tidak layak tonton ?.

Pertanyaan terakhir. Apakah Anda pernah mendengar film berjudul “Letters from Iwo Jima” (2006) ?. Hemm, mungkin tidak semua dari Anda tahu. Tapi bagaimana dengan “Pearl Harbor” (2001) ?. Saya yakin Anda tahu semua. Apakah Anda juga pernah mendengar film berjudul “2001 : A Space Odyssey” (1968) ?. Mungkin ada yang tahu meski tidak banyak. Tapi saya sangat yakin Anda pasti tahu “Armageddon” (1998) bukan ?. Nah betulkan apa kata saya, film-filmnya Michael Bay lebih dikenal kok. (ha....ha....ha....) J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !