Rabu, 02 September 2015

DRAGON BALL Z : RESURRECTION 'F' [2015]


“Resurrection F” sendiri adalah kelanjutan dari movie “Dragon Ball” sebelumnya, “Battle of Gods” (2013). Apa yang membedakan dua movie ini dibandingkan dengan pendahulunya adalah ditangani sendiri oleh sang kreator, Akira Toriyama. Dengan campur tangannya sang mangaka (komikus), tentunya akan diharapkan sebuah sajian super seru lewat pertarungan-pertarungan maha dahsyat seperti yang sering kita lihat di tv series-nya. Jika dalam “Battle of Gods” kita diperkenalkan dengan dua sosok baru yang masih asing, Beerus dan Whis, maka saatnya kita bernostalgia dengan salah satu villain legendaris dari anime “Dragon Ball” ini. Siapakah dia ?. Tentunya sudah terjawab melalui poster dan bahkan judulnya sendiri. 
  

Freeza (Ryūsei Nakao), dia bangkit kembali atas kekuatan dari Shenlong setelah diminta oleh Sorbet (Shirō Saitō), komandan tertinggi dari kekaisaran Freeza yang masih tersisa. Begitu bangkit kembali, Freeza bersumpah untuk membalas dendam dengan mengalahkan Goku (Masako Nozawa) dan berniat mencari Trunks, namun ia tidak bisa menemukannya. Bumi pun terancam sebab Freeza tengah mempersiapkan bala pasukan yang berjumlah ribuan untuk mengobrak-abrik bumi. Di saat yang bersamaan, Goku dan Vegeta (Ryō Horikawa) sedang berlatih di tempat sang dewa penghancur, Beerus (Kōichi Yamadera) dan Whis (Masakazu Morita). Bagaimanakah nasib bumi selanjutnya ?.

Akira Toriyama sendiri telah menjanjikan bahwa dalam movie terbaru ini akan banyak sekali adegan aksi yang jauh lebih seru dan mengasyikkan dibanding movie yang telah ada. Dan rupanya benar, “Resurrection F” menyajikan pertarungan yang benar-benar gila dan pastinya akan sesuai dengan ekspektasi dari para pecinta “Dragon Ball”. Karakter-karakter lain pun juga tidak luput dari banyaknya porsi aksi lengkap dengan segala kemampuan spesialnya. Salah satunya adalah Kame-Sennin (Masaharu Satō) yang ikut unjuk kebolehan meski masih kalah level jika dibandingkan dengan karakter lainnya. Gerombolan pasukan milik Freeza di sini juga cukup diunggulkan dan tidak bisa dipandang remeh. Para karakter yang memiliki kekuatan tinggi pun dibuat kelabakan dengan aksi main keroyokan pasukan dari Freeza ini. Suguhan aksi lewat adegan pertarungan-pertarungannya benar-benar meningkat, mengagumkan, dan tentunya sangat menghibur karena di satu sisi, aspek visualnya yang oke turut menunjang.   

Satu hal yang membuat “Resurrection F” ini begitu nikmat untuk disaksikan adalah keseimbangan antara komposisi komedi dengan aksinya. “Battle of Gods” saja tidak sampai menghadirkan banyak komedi layaknya movie terbaru ini. Rentetan komedinya tidak hanya sekedar numpang lewat di awalan saja, melainkan juga sempat muncul beberapa kali di sela-sela adegan pertarungan. Vegeta yang selalu tampil garang pun tidak luput dari memunculkan lelucon-lelucon segar dari perdebatannya dengan sang rival abadi, Goku. Komedinya yang ringan rupanya sanggup membuat saya tertawa terbahak-bahak beberapa kali. Di luar karakter yang sering kita kenal, ada juga polisi galaksi Jaco (Natsuki Hanae) yang turut mencuri perhatian dengan gaya bertarungnya yang khas. Meski penampilannya mungkin cukup menggelikan seperti “Ultraman” berukuran chibi, tapi kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Kuririn (Mayumi Tanaka) pun juga tidak mau kalah memberikan warna keseruan, utamanya dari caranya membotaki rambutnya yang sudah gondrong dengan alasan kebutuhan bertarung. “Alasan yang lucu sekali, Kuririn !.” 

Boleh dibilang sebenarnya Akira Toriyama masih mengusung trik-trik lama dalam gaya pertarungan para karakter di “Dragon Ball” ini. Tidak ada yang baru memang, seperti teknik-teknik penghindaran atau penghancuran daratan menjadi bongkahan-bongkahan bebatuan. Plotnya pun sangat sederhana sekali, Freeza bangkit lalu menuntut balas, dilanjutkan dengan konfrontasi, dan salah satunya akan jadi pemenang. Sangat sederhana bukan ?. Tapi, Akira Toriyama tetap tahu cara mengemas trik-trik lama tersebut menjadi tetap asyik dan seru untuk diikuti. Sepanjang durasi film pun hampir tidak ada momen-momen yang membosankan. Sebab Toriyama begitu intens menyajikan apa yang memang seharusnya dimiliki oleh serial rekaannya yang telah mendunia ini. Dan sebagai kejutan, ia memperkenalkan kepada kita form baru yang dimiliki oleh Freeza. Tidak sampai membuat berdecak kagum memang, apalagi tahap perubahannya pun terlalu cepat dan tidak seperti yang kita lihat dalam tv series. Namun setidaknya itu adalah cara Toriyama ‘memuaskan’ para fans “Dragon Ball”.

Lupakanlah segala hal yang tidak masuk akal dalam “Dragon Ball”, baik itu mudahnya kebangkitan karakter yang telah mati atau semacam perputaran waktu yang di luar akal sehat. Tapi itulah memang konsep dasar yang digagas oleh Akira Toriyama ini. Semakin ‘tidak biasa’, maka semakin mengasyikkannya petualangan Son Goku dan kawan-kawan ini. Selesai menonton pun saya merasa sangat puas dengan apa yang dihadirkan dalam “Resurrection F” ini. Tidak bermaksud untuk mencari-cari kekurangan, sebenarnya kehadiran Beerus dan Whis di sini sedikit mengurangi ‘kekuatan utama’ dari “Dragon Ball” itu sendiri. Adanya karakter dengan kekuatan tanpa batas ini seolah lebih condong pada Goku dan rekan-rekannya, meskipun pada dasarnya Beerus dan Whis menyatakan netral dalam setiap permasalahan yang dihadapi Goku dan lainnya. Hal tersebut rasanya sudah tidak berarti lagi mengingat saya sudah begitu ‘dipuaskan’ oleh adegan aksi seru tingkat akut dengan imbangan komedi yang lucu pula.         

7,5 / 10

2 komentar:

  1. Cerita Dragon Ball memang seperti tidak pernah selesai. Selesai seri Dragon Ball (DB) dilanjutkan dengan Z lalu GT. Selesai DB GT, di-remake lagi menjadi DB Kai. Setelah itu muncul seri DB terbaru, Dragon Ball Super

    BalasHapus

AYO KITA DISKUSIKAN !