Kamis, 22 Oktober 2015

HOLLYWOOD ADVENTURES [2015]

Bagi penyuka film-film dari Tiongkok, pastinya nama Zhao Wei sudah tidaklah asing lagi. Wajahnya banyak menghiasi film-film dari negeri panda tersebut. Bisa dikatakan bila memang Zhao Wei memiliki daya jual tinggi di tiap film yang ia bintangi. Saya sendiri termasuk yang sudah tidak asing lagi dengan sosok aktris yang satu ini. Bahkan sedari Sekolah Dasar, saya malahan sering sekali mengikuti serial televisinya yang berjudul “Romance in The Rain”, tidak lain lagi merupakan salah satu drama terfavorit. Di film terbarunya ini, Zhao Wei berperan menjadi Wei Wei, seorang penyelundup barang ilegal yang menyaru menjadi tour guide di Hollywood. Dalam bisnis terlarang tersebut, ia menjadi suruhan dari Manny (Sung Kang) dan selalu menempatkannya dalam posisi yang sulit.

Rabu, 21 Oktober 2015

COOTIES [2014]

Jika Anda pernah mengalami insomnia dan butuh cara yang tepat untuk menanganinya dengan segera, maka “Cooties” boleh jadi pilihan utama. Pemilihan tema zombie apocalypse-nya semakin mempertegas bahwa tema semacam ini masihlah tetap eksis demi menjaring penonton. Apalagi “Cooties” dikemas dengan banyak komedi bodoh di dalamnya yang diharapkan efektif menciptakan rasa kantuk yang sangat. Maka dengan menontonnya, “Cooties” lewat arahan Cary Murnion dan Jonathan Milott serta naskah tulisan Ian Brennan dan Leigh Wannell telah membantu Anda secara penuh jika mengalami gangguan tidur di malam hari. Apa yang saya alami adalah bukti nyata keampuhan yang dimiliki oleh “Cooties” ini. Bahkan saya pun sudah tertidur sementara filmnya berjalan di pertengahan.  

Minggu, 18 Oktober 2015

AMERICAN ULTRA [2015]

Tidak perlu menaikkan ekspektasi yang tinggi pada film arahan Nima Nourizadeh ini. Anda pastinya juga tahu hal itu hanya dari penampakan luarnya saja. Tapi paling tidak ada harapan filmnya bisa memberikan hiburan yang ringan dan menyenangkan lengkap dengan aksi full throttle seperti yang sudah terlihat dalam posternya. Dari situ pula dapat ditangkap bila “American Ultra” pastilah banyak mengandung komedi di dalamnya sebagai penyeimbang aksi tembak-tembakan dan ledakan yang akan muncul di dalamnya. Namun adakalanya pula bila film ringan semacam itu justru gagal menghibur dan ujungnya adalah meninggalkan rasa bosan tingkat akut. Pertanyaannya adalah apakah “American Ultra” ini masuk dalam kategori film yang saya sebutkan di atas ?. Sebelum membaca ulasan ini lebih jauh, saya percaya bahwa Anda sudah dapat mengira-ngira jawaban apa yang akan saya sematkan di akhir.

Senin, 12 Oktober 2015

CAREFUL WHAT YOU WISH FOR [2015]

Film arahan Elizabeth Allen ini adalah erotic thriller yang memberikan ketegangan dalam memacu adrenalin audiens bukan melalui adegan-adegan sadis atau mencekam seperti dalam film bergenre serupa. Melainkan lewat kucing-kucingan karakternya dalam usahanya menghindari setiap permasalahan yang akan datang. Ketegangan tersebut tercipta dari rasa takut dan was-was para karakternya sehingga hal itu cukup efektif memberikan dampak bagi audiens. Memang tidak ada ekspektasi tinggi pada film yang satu ini, namun ia sanggup menjadi guilty pleasure yang begitu menyenangkan tanpa harus terbebani lewat setiap konflik yang ditampilkan.

Minggu, 11 Oktober 2015

SICARIO [2015]

Dari apa yang nampak di luar, “Sicario” adalah film yang bercerita tentang perang kepada para kartel narkoba dari tanah Meksiko. Maka apa yang akan penonton saksikan tidak lain adalah aksi membuang-buang peluru dan sesekali ledakan yang bakal menciutkan nyali. Sekilas memang seperti itu, ini adalah perang antara kubu yang baik (polisi) dan kubu yang jahat (kartel). Tapi ingat, itu hanyalah apa yang nampak dari luar saja. Di tangan Denis Villeneuve, “Sicario” tergali lebih dalam lewat sajian yang atmosferik dengan menghadirkan terror yang sesungguhnya dan menarik penonton untuk menjadi bagiannya. Apa yang kemudian dialami oleh penonton tidak lain adalah perasaan tidak berdaya karena fisik dan psikis yang telah tergerogoti lewat karakter yang mewakili di dalamnya. Hantaman demi hantaman yang melemahkan bagian luar maupun dalam itu akan meninggalkan rasa muak sebagai tanda untuk menyerah.

Sabtu, 10 Oktober 2015

THE OVERNIGHT [2015]

Ini adalah film kedua yang disutradarai dan ditulis oleh Patrick Brice setelah film horror Creep” (2014) yang kemarin telah saya ulas. Mark Duplass masih turut serta dalam film ini, hanya kali ini ia duduk di kursi produser dimana dalam film sebelumnya ia juga bertindak sebagai penulis naskah. Dari dua film tersebut, saya mendapati ciri khas tersendiri dari Patrick Brice dalam setiap filmnya, antara lain adalah jumlah karakter yang minim, satu lokasi yang digunakan (sebagian besarnya), dan durasi hanya sekitar 80-an menit. Setelah debut dalam film sebelumnya yang menurut saya bagus secara kualitas, mungkinkah dalam film kedua ini ia masih tetap berhasil dalam mengulang hal yang sama ?.

Jumat, 09 Oktober 2015

MONKEY KINGDOM [2015]

Mengutip dari apa yang diucapkan oleh narator, Tina Fey, bahwa kebanyakan orang melihat sekumpulan monyet hanya melakukan kegiatan sehari-harinya dengan makan, minum, dan bermain saja. Sekilas nampak seperti itu, meloncat dari satu dahan ke dahan yang lainnya demi mencari makan. Sesekali juga bercengkerama dengan sesamanya dalam kelompok yang besar. Sebuah hal yang lumrah dilakukan oleh kebanyakan hewan karena insting mereka yang mengajarkan untuk bertahan hidup. Padahal, sebenarnya monyet juga mengenal sistem kasta dalam kelompoknya. Sebuah hirarki yang memisahkan serta menentukan apa yang harus dan tidak harus dilakukan oleh tiap anggota kelompoknya. Tidak dipungkiri, para monyet pun berlomba-lomba menunjukkan ‘kualitas diri’ untuk bisa meraih puncak tertinggi dalam strata sosial tersebut.