Senin, 28 September 2015

CREEP [2014]

Apakah Anda salah satu dari sekian yang sudah jenuh dengan film found footage ?. Jika “ya”, berarti kita sama. Namun apakah film semacam itu sudah tidak memberikan kepuasan lagi bagi penontonnya, terutama dalam ranah horror ?. Sedikitnya mungkin masih ada yang memuaskan dengan kualitas bagus. Contohnya kemarin “Unfriended” (2014) tetap memberikan tontonan yang menyegarkan dan menghibur meski di beberapa bagiannya ada ide lama yang masih dibawa. “Creep” ternyata juga salah satu dari kesekian found footage baru-baru ini yang tampil tidak ‘murahan’ meski filmnya jelas berbiaya murah. Filmnya sendiri dikemas dengan begitu rapi penuh nuansa yang mencekam meski hanya berdurasi 82 menit.

“Creep” berawal dari keinginan besar Aaron (Patrick Brice) demi mendapatkan $1000 sebagai bayaran untuk jasa pembuatan film. Sebuah pekerjaan yang boleh dibilang masih sangat misterius terlebih dengan bayaran yang besar. Adalah Josef (Mark Duplass), si pengirim iklan yang rupanya menginginkan kesehariannya direkam demi anaknya yang belum lahir. Ia juga mengaku bahwa mengidap berbagai macam penyakit dan itulah satu-satunya cara untuk kelak bisa diberikan pada anaknya ketika ia sendiri divonis hanya bertahan 2-3 bulan lagi. Pertanyaannya adalah, siapakah sebenarnya Josef ?. Apakah ia benar-benar orang jahat ?.

Pertanyaan yang saya lontarkan itu tidak akan berguna lagi bila Anda sudah menonton film ini. Sebab Anda sendiri pastinya sudah bisa menebak siapa ‘pelaku’ dan siapa ‘korban’. Sepertinya hal itu tidak terlihat fair, mengingat kita yang memposisikan diri sebagai penonton bukan ?. Dengan artian bahwa ketegangan akan berkurang karena kita sudah mengantisipasi hal tersebut. Tapi berbeda bila kita menjadi sosok Aaron yang masih merasa asing dengan Josef yang baru saja dikenalnya berikut lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kita akan merasakan was-was dan takut tentang apa yang akan terjadi berikutnya apalagi kita hanya berdua dalam sebuah vila. Naskah yang ditulis oleh Brice dan Duplass sendiri cukup cerdik mempermainkan di bagian awal-awal guna mengecoh kita siapakah sebenarnya ‘pelaku’ dan ‘korban’. Namun tidak butuh lama jati diri masing-masingnya sudah mulai terkuak dan kita pun ikut menikmati permainan lewat kejutan-kejutan mematikan di sini.

“Creep” adalah tipikal film slow burning yang membutuhkan kesabaran cukup ekstra supaya bisa menikmatinya. Beberapa menit awal berjalan memang masih belum kentara maksud dari film ini sebenarnya. Horror kah ?. Thriller kah ?. Atau gabungan dari keduanya ?. Sedari awal kita hanya diperkenalkan oleh dua sosok ini, Aaron dan Josef. Aaron adalah anak muda canggung yang terlihat sangat membutuhkan uang, oleh karena itu ia menyanggupi pekerjaan tersebut sekalipun awalnya ia tidak tahu sama sekali. Sedangkan Josef adalah pria ramah dan terlihat menyenangkan meskipun jelas ia menyimpan duka yang amat sangat dalam terkait penyakitnya dan rasa takutnya karena tidak bisa melihat anaknya lahir. Setting yang digunakan pun bukanlah rumah tua yang mungkin sudah sering digunakan dalam film-film horror. Melainkan sebuah vila kecil yang rapi berikut lingkungan sekitarnya yang digambarkan sejuk dan tenang. Namun jelas, ada sesuatu di balik ini semua. 

Kekagetan-kekagetan sering ditampilkan hanya lewat sosok Josef semata. Karakternya memang penuh keusilan dan cukup annoying (in a positive way), dengan performa Mark Duplass yang cukup bagus mampu menghidupkan karakter tersebut. Ia sanggup bermain sebagai pria menyebalkan, terkadang ramah, namun terkadang juga sangat misterius. Selain itu, perasaan ‘tidak nyaman’ yang ditimbulkan oleh film ini hanya lewat hal-hal sederhana seperti lampu kamera yang mati, kunci mobil yang hilang, atau sekedar panggilan peringatan. Namun rupanya hal-hal sederhana semacam itu terbukti efektif sekali membuat saya ketakutan. Ya, saya akui merasa cukup ketakutan di pertengahan film. Tidak jarang memang hal sederhana yang dihadirkan semacam itu bisa menimbulkan efek ‘ngeri’ yang begitu besar. Seperti ulasan saya kemarin pada “Unfriended”, di sana memang banyak hal-hal sederhana yang bisa dijadikan amunisi untuk menakut-nakuti penontonnya. Tapi “Creep” menawarkan sesuatu yang jauh lebih ‘sinting’ dari itu.   

Tidak cukup hanya di satu tempat, terror ikut pula mengikuti kita di beberapa tempat yang lain. Penonton pun turut merasakan terror yang dialami oleh si ‘korban’ dan seakan-akan sudah siap untuk melambaikan tangan di depan kamera. Sebab terror itu terus menghantui dan rasanya tidak ada tempat aman lagi di bumi ini. Menakutkan dan penuh kejutan ‘gila’, itulah “Creep”. Sesuai judulnya, film ini benar-benar menciptakan aura creep nyata meski hanya lewat hal-hal yang terlihat normal saja. Mengasyikkan tentunya bagi pecinta film di genre ini, dan perasaan yang sebaliknya bagi si ‘korban’. Debut penyutradaraan dari Patrick Brice ini boleh dikatakan sukses membawa konsep ‘kuno’ tapi dikemas dengan begitu baik dan sanggup membuat penonton melupakan bahwa ini adalah found footage. Satu lagi bukti bahwa found footage dengan paduan horror atau thriller masih diterima oleh banyak masyarakat selama ia ‘pintar’ menakut-nakuti. Peachfuzz....!!
7,5 / 10

6 komentar:

  1. 988Bet | Agen Sbobet | Agen Judi | Agen Bola
    Agen Sbobet
    Agen Bola
    Agen Judi
    Bandar Judi
    Bandar Bola Bonus
    Bandar Asia77
    Agen Poker
    Agen Asia8
    Agen 1sCasino
    Agen Casino
    Agen Bola IBCBET
    Agen Bola Sbobet
    Prediksi Bola


    AGEN SBOBET | AGEN BOLA | AGEN JUDI
    http://988bet.com/
    http://988bet.com/prediksi-skor-empoli-vs-juventus-tanggal-08-november-2015/

    http://988bet.com/prediksi-barcelona-vs-villarreal-tanggal-08-november-2015/

    http://988bet.com/prediksi-skor-as-roma-vs-lazio-tanggal-08-november-2015/

    http://988bet.com/prediksi-aston-villa-vs-manchester-city-08-november-2015/

    http://988bet.com/prediksi-skor-arsenal-vs-tottenham-hotspur-08-november-2015/
    http://988bet.city/2015/11/01/prediksi-lazio-vs-milan-02-november-2015/
    http://agenjudi.city/2015/11/01/prediksi-sporting-gijon-vs-malaga-02-november-2015/
    http://agen303.city/2015/11/01/prediksi-real-betis-vs-athletic-bilbao-02-november-2015/
    http://agenbola.city/2015/11/01/prediksi-fc-nantes-vs-olympique-de-marseille-02-november-2015/
    http://bandarbola.city/2015/11/01/prediksi-tottenham-fc-vs-aston-villa-fc-03-november-2015/
    http://bolajudi.city/2015/11/01/prediksi-chievo-verona-vs-sampdoria-03-november-2015/
    http://ibcbet.city/prediksi-palermo-vs-empoli-03-november-2015/
    http://metrotv.city/2015/11/01/prediksi-astana-vs-atletico-madrid-03-november-2015/

    BalasHapus
  2. Aaahh.. I found this movie so damn creepy!

    BalasHapus
  3. Its a post that is very nice, i may not have been after the content in it but then i couldn't help but read. I feel quite informed on various issues, and maybe i will revisit your post some other time for more details. Internet marketing help provided by highly trained experts.Check out the link provided and realize how easy it is to raise your business through the internet.

    BalasHapus

AYO KITA DISKUSIKAN !