Kamis, 22 Oktober 2015

HOLLYWOOD ADVENTURES [2015]

Bagi penyuka film-film dari Tiongkok, pastinya nama Zhao Wei sudah tidaklah asing lagi. Wajahnya banyak menghiasi film-film dari negeri panda tersebut. Bisa dikatakan bila memang Zhao Wei memiliki daya jual tinggi di tiap film yang ia bintangi. Saya sendiri termasuk yang sudah tidak asing lagi dengan sosok aktris yang satu ini. Bahkan sedari Sekolah Dasar, saya malahan sering sekali mengikuti serial televisinya yang berjudul “Romance in The Rain”, tidak lain lagi merupakan salah satu drama terfavorit. Di film terbarunya ini, Zhao Wei berperan menjadi Wei Wei, seorang penyelundup barang ilegal yang menyaru menjadi tour guide di Hollywood. Dalam bisnis terlarang tersebut, ia menjadi suruhan dari Manny (Sung Kang) dan selalu menempatkannya dalam posisi yang sulit.

Suatu ketika, Wei Wei bertemu dengan Xiaoming (Huang Xiaoming) yang jauh-jauh ke Amerika dari Tiongkok untuk mengejar kekasih yang dicintainya. Maka terjadilah love-hate relationship di antara Wei Wei dan Xiaoming yang dengan mudahnya dapat ditebak oleh penonton bila pada akhirnya dua karakter ini akan menjalin hubungan asmara. Sebelumnya, narasi akan kelanjutan hubungan mereka sudah dibeberkan lewat karakter kocak Dawei (Tong Dawei) yang di sini berperan sebagai turis dan juga memanfaatkan jasa pemandu dari Wei Wei. Trio inipun pada akhirnya memulai petualangan di Hollywood sembari lari dari kejaran FBI dan Manny.
Di antara ketiga trio ini, Xiaoming dan Wei Wei lah yang menjadi sorotan utamanya. Xiaoming adalah seorang pekerja kantoran sukses yang hidupnya sangat teratur. Hingga kemudian kekasihnya meninggalkannya dan hidupnya pun mulai rapuh. Sedangkan Wei Wei diceritakan bermasalah dengan masa lalunya hingga terjerumus bisnis terlarang. Bisa dibilang Wei Wei adalah sosok wanita yang mulai ‘mati rasa’ soal cinta. Penonton pun mulai dapat berasumsi jika kelak Wei Wei menemukan cinta yang hilang tersebut dari Xiaoming. Walaupun Dawei posisinya hanya sebagai pihak penengah saja, tapi bagi saya sendiri ialah pencuri perhatian di sini. Karakter yang dihidupkan secara komikal oleh Tong Dawei itu mampu memancing tawa dari saya berkali-kali. Bagi Xiaoming, Dawei mungkinlah sosok yang menyebalkan dan memandang setiap hal bagaikan film (maklum saja, ia seorang movie geek). Dawei memang tampak menyebalkan di awal, namun sisi tersebut dikemas dengan positive sehingga lewat sudut pandang saya sebagai penonton, ia menghibur dengan sisi ‘menyebalkan’ tersebut.    

Petualangan di Hollywood itu tentunya merupakan semacam hal yang menjadi bagian dari spiritual mereka bertiga, khususnya Xiaoming dan Wei Wei. Berbagai macam masalah yang dihinggapi sebelumnya mulai terleburkan melalui tantangan penuh bahaya namun sarat canda tawa. Petualangan mereka yang tidak mulus itu banyak mengundang tawa dengan selipan aksi-aksi hiperbolis yang terasa tidak masuk akal namun masih bisa diterima sebab ia tidak tampil dengan bodoh. Cukup mengagetkan sebenarnya bila ternyata Tim Kendall selaku sutradara banyak memasukkan unsur action di dalamnya bila sebelumnya saya berpendapat jika filmnya murni drama komedi. Walaupun unsur komedinya kuat, bukan berarti mempengaruhi action-nya menjadi corny secara total. Action-nya tetap dikemas serius dengan aksi tembak-tembakan bahkan di bagian klimaksnya kita akan menikmati car chase yang cukup seru. Semakin seru lagi ketika Sung Kang juga terlibat di sana karena sepintas akan mengingatkan kita pada kemunculannya di “Fast and Furious”. 

Xiaoming dan Wei Wei lebih ditekankan dalam lingkup drama sebagai pihak yang kecewa oleh masa lalu, namun tidak terus-terusan terjebak dalam keadaan yang depresif. Bahkan mereka pun sering ditampilkan komikal dengan porsi yang pas. Sebagai penyeimbangnya, ada karakter Dawei yang tingkah polahnya begitu kocak di sepanjang film. Karakter yang satu ini dibentuk dengan penampilan sebagai geek bodoh tapi terus membawa kejutan-kejutan yang tidak terduga. Dawai pun kerap kali pula memberi bantuan berarti pada Xiaoming dan Wei Wei ketika dalam masalah besar yang sebelumnya hanya dianggap mengganggu. Tidak ingin berlama-lama, sang sutradara juga memberikan twist untuk karakter Dawei ini ketika penonton sendiri sudah merasa nyaman dengan kehadirannya. Bila Xiaoming dan Wei Wei adalah karakter di tingkatan medioker dalam film ini, maka tidak untuk Dawei. Ia bukan karakter biasa. Ia absurd dan menyenangkan sekaligus penarik atensi di sini. 

Jika dikomparasikan dengan film-film mainstream lainnya, jelas “Hollywood Adventures” memang tidaklah menawarkan sesuatu yang baru. Alurnya standard kisah seseorang yang mengejar cinta. Tapi tentunya hal itu tidak hanya merujuk pada karakter Xiaoming saja, melainkan juga Wei Wei dan Dawei. Keduanya juga mengejar cinta mereka di sini. Xiaoming awalnya mengejar sang kekasih untuk kembali mendapatkan cintanya. Namun kita tahu bahwa ia bukanlah cinta sejatinya. Sebab cinta sejatinya sendiri telah menunggu di ujung perjalanan. Maka dengan segala kesederhanaan yang dimiliki oleh “Hollywood Adventures”, ia tetap menarik dan menyenangkan karena ada banyak kejutan hadir tidak terduga memberikan nuansa yang baru. Kejutan itu meliputi action, komedi, hingga kemunculan cameo selebriti ternama turut pula mendongkrak nilai filmnya. Pastinya Zhao Wei yang semakin mature merupakan pusaran utamanya di sini.
7 / 10

3 komentar:

  1. Balasan
    1. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ki Witjaksono atas bantuan dana ghaibnya kini kehidupan ku lebih jauh dari sebelumnya dan itu semua berkat Ki Witjaksono bagi saudara-saudara yang mau di bantu sama Ki Witjaksono silahkan hubungi: 0852_2223_1459.
      selengkapnya KLIK-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

      Hapus

AYO KITA DISKUSIKAN !