Minggu, 27 Maret 2016

KUNG FU PANDA 3 [2016]

Jujur saja saya bukanlah penggemar berat film animasi yang dibintangi oleh Jack Black ini. Well, petualangan dan tingkah laku Po dan teman-temannya memang berhasil memancing tawa saya. Tapi tidak tahu mengapa saya begitu kurang menggemari animasi yang satu ini. 

Saya juga harus mengakui jika saya bukan orang lama yang mengenal franchise “Kung Fu Panda.” Sekitar dua tahun lalu, dalam semalam saya menyelesaikan dua film sekaligus dari “Kung Fu Panda.” Pendapat saya pribadi, film ini cukup bagus dan menghibur. Mampu membuat saya tertawa dalam kadar yang cukup. Banyak adegan aksi nan seru dihadirkan. Sayang, saya tidak pernah terikat dengan para karakternya. Khususnya karkater utama si panda gemuk, Po (Black).

Untuk installment ketiga ini, Po dan teman-temannya : Tigress (Angeline Jolie), Viper (Lucy Liu), Monkey (Jackie Chan), Mantis (Seth Rogen), Crane (David Cross), serta Master Shifu (Dustin Hoffman)—akan menghadapi musuh baru berwujud yak, Kai (J.K. Simmons) yang datang dari “Spirit Realm.” 

Sebelumnya diceritakan dalam sekuen awal, Kai telah bertarung dan mengalahkan Master Oogway (Randall Duk Kim) di Spirit Realm dan berhasil menyegel chi miliknya dan mengubahnya menjadi sebuah giok. Kai pun berpindah dari alam roh menuju dunia nyata dan mengalahkan para Master lainnya. Tujuan kembalinya ke dunia adalah untuk mengalahkan Dragon Warrior (Po) yang diramalkan akan menghancurkannya.

Di saat bersamaan, Po bertemu dengan Li Shan (Bryan Cranston). Siapakah dia? Tidak lain adalah ayah biologis dari Po. Tentu saja berwujud panda. Li Shan berharap untuk membawa kembali Po ke desa panda tempat asalnya. Penolakan dan iri hati muncul dari ayah angkat Po, Mr. Ping (James Hong).
Atas perintah Master Shifu, Po diminta untuk kembali ke desa panda bersama ayahnya demi melatih kemampuan chi. Dikisahkan bila kekuatan chi itu sebelumnya telah berhasil menyembuhkan Master Oogway yang terluka. Master Shifu juga meyakini (lewat gulungan kuno) bahwa chi tersebut bisa mengirim kembali Kai menuju alam roh. 

Perasaan dilematis menyelimuti diri Po. Jika ia meninggalkan desa, maka berarti akan meninggalkan ayah angkatnya. Tapi demi misi penyelamatan dunia, Po harus melakukannya. Li Shan juga meneguhkan tujuan Po bahwa chi bisa dipelajari selama tinggal di desa panda. Lagipula, Po juga ingin mengenal sesamanya di sana.

Di saat Po dan ayahnya dalam perjalanan menuju desa panda, Kai telah tiba di Jade Palace. Pertarungan Master Shifu dengan murid-murid lainnya tidak terhindarkan. Miris sekali, mereka semua berhasil dikalahkan oleh Kai dan disegel dalam wujud giok. Berhasilkah Po melatih kemampuan chi-nya dan mengalahkan Kai serta memenuhi ramalan Master Oogway?

Dalam arahan Jennifer Yuh Nelson dan Alessandro Carloni, “Kung Fu Panda 3” masih memakai template lama untuk alurnya. Naskah dari Jonathan Aibel dan Glenn Berger tidak menghadirkan sesuatu yang menurut saya “segar.” Mudah ditebak kemana arahnya ditambah pengkarakteran yang tidak dikembangkan lebih menakjubkan lagi.

Walau banyak kekurangan dari alur dan karakter, naskahnya punya lelucon yang menghibur. Setidaknya saya menemukan banyak komedi one-liner yang terbukti ampuh membuat saya tertawa terhibur. Apalagi yang bisa saya tambahkan selain leluconnya saja?     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !