Sabtu, 05 Maret 2016

STICK MAN [2015]

“Stick Man” adalah film pendek televisi yang disutradarai oleh Jeroen Jaspaert dan Daniel Snaddon. Film ini diadaptasi dari buku anak-anak karya Julia Donaldson—mengisahkan petualangan Stick Man (Martin Freeman), setangkai kayu yang “hidup.” Ia tinggal di dalam Family Tree bersama istri tercintanya dan ketiga anaknya.

Di suatu pagi, Stick Man memilih menikmati sejuknya udara pagi dengan jogging. Di dalam perjalanannya, ia bertemu dengan siput yang hendak memakan daun. Melihatnya nampak kesusahan dengan gerak lambatnya, Stick Man lalu membantunya dengan mengambilkan sehelai daun. Sebelum berpisah, siput mengingatkan Stick Man untuk berhati-hati dengan seekor anjing.
Baru saja menutup mulut, seekor anjing lantas mengejar dan menangkapnya. Stick Man dijadikan main tangkap lempar oleh si anjing dengan pemiliknya. Lepas dari si anjing, Stick Man masih belum merasakan bebas. Ia menjadi bulan-bulanan hewan dan orang-orang di sekitar hingga tanpa sadar membuatnya semakin jauh dari Family Tree.

Sedih bercampur kesepian menghiasi perasaan Stick Man. Di dalam hatinya ia terus bertanya-tanya mengapa mereka-mereka selalu saja menganggapnya sebagai benda mati. “Aku adalah Stick Man!,” pikirnya dalam hati. Tapi siapa yang akan mendengarkannya? Petualangan Stick Man masih berlanjut. Akankah ia berhasil pulang ke Family Tree dengan selamat dan berkumpul dengan keluarganya?

“Stick Man” memiliki konsep cerita anak-anak pada umumnya. Plot yang sederhana, petualangan bercampur komedi, dan mengandung pesan moral di dalamnya. Meski mengusung teman anak-anak, bukan berarti “Stick Man” tidak bisa dinikmati penonton dewasa. Sebagai contoh saya begitu menyukai kisah sederhananya yang tanpa embel-embel gimmick tertentu.
Menonton “Stick Man” ibaratnya menonton kembali trilogi “Toys Story.” Keduanya sama-sama diisi dengan petualangan. Di dalam petualangan itu, si karakter mencari pemahaman dari jati dirinya yang sesungguhnya. Kisahnya benar-benar cerminan dari anak-anak yang haus akan pengalaman yang hanya bisa didapat lewat belajar dalam berpetualang. Seberapa sulitnya yang dihadapi, selalu ada hikmah yang bisa dipetik. 

“Stick Man” adalah film stop-motion tentang menjadi diri sendiri. Kisahnya sederhana, namun inspiratif dan dipenuhi unsur magical. Mengesankan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !