Jumat, 17 Juni 2016

NEERJA [2016]

“Neerja” diangkat dari kisah heroik pramugari Neerja Bhanot atas serangan teroris pada pesawat Pan Am Flight 73. Kejadiannya sendiri terjadi pada tanggal 5 September 1986. Saat tragedi itu terjadi, Neerja Bhanot berusia 23 tahun; tepatnya dua hari sebelum ulang tahunnya. Atas keberaniannya dalam menyelamatkan 359 penumpang, ia dianugerahi penghargaan Ashoka Chakra dari pemerintah India.

Membuat film dengan mengangkat kisah nyata—apalagi tokoh yang memiliki pengaruh di masanya, bisa dipastikan mampu memancing atensi besar untuk penonton. Tidak terkecuali kisah penuh pengorbanan dan mengharukan dari Neerja Bhanot ini. Awalnya saya belum terlalu mengenal siapa Neerja Bhanot. Selepas menonton film garapan Ram Madhvani ini, saya mulai tertarik mencari informasinya lebih banyak lagi.

Tidak dipungkiri pula, setelah tahu siapa Neerja Bhanot, saya mulai menggali lebih rinci lagi terkait kasus pembajakan tersebut. Mulai dari plot penyerangan hingga siapa saja yang terlibat di dalamnya. Jadi imbas yang saya rasakan tidak hanya mengenal figur Neerja Bhanot semata. 

Pada hari nahas itu, Neerja (Sonam Kapoor) terpilih sebagai kepala kabin yang baru. Pesawat yang ia naiki adalah Pan Am Flight 73 dan bertolak dari Bandara Internasional Sahar, Mumbai, India. Seluruh penumpangnya terdiri dari 361 orang berikut 19 kru. Pemberhentian berikutnya adalah Bandara Internasional Jinnah, Karachi, Pakistan. Kemudian dilanjutkan ke Frankfurt, Jerman Barat.
Serangan teror itu sendiri terjadi saat pesawat sedang stopover di Bandara Internasional Jinnah. Secara tiba-tiba, empat orang tidak dikenal menembaki para pengawal dan menyusup ke dalam pesawat. Untunglah, Neerja dengan sigap memberitahukan soal pembajakan kepada pilot dan kopilot. Sesuai dengan protokol, pilot dan kopilot itu berhasil mengamankan diri untuk meminta bantuan.

Diketahui setelahnya jika keempat teroris itu merupakan anggota dari Abu Nidal Organization. Mereka membajak pesawat dengan tujuan menyelamatkan teman mereka yang ditahan di Siprus. Tapi apa mau dikata, usaha mereka bisa dikatakan telah gagal total. Sebab, pilot dan kopilot telah berhasil keluar dari pesawat. Dengan begitu pesawat tidak bisa lagi lepas landas.

Negosiator dari Pan Am Pakistan diterjunkan sebagai perantara keinginan mereka. Keempat teroris itu menginginkan untuk didatangkan pilot dan mengancam untuk membunuh setiap penumpang yang ada. Teror mengerikan pun terjadi di dalam pesawat yang belum take off itu. Satu persatu penumpang ditembaki. Di saat genting itulah, Neerja menunjukkan sepak terjangnya dalam menenangkan penumpang.

Lewat naskah dari Saiwyn Quadras, “Neerja” tidak melulu menampilkan suasana pesawat yang tengah dibajak. Akan tetapi demi menghidupkan sang titular karakter, usaha penggalian latar belakang tetap dilakukan. Metode yang diambil adalah dengan flashback kehidupan Neerja.
Diceritakan bahwa sebelumnya Neerja mengalami kegagalan dalam pernikahannya. Masa lalu yang buruk itu membuatnya menjadi pribadi yang rapuh. Dengan dukungan dari keluarganya yang selalu positive thinking, Neerja tumbuh menjadi gadis yang tegar dan pemberani. 

Sejatinya penggambaran masa lalu Neerja itu turut membentuk karakternya di masa depan. Khususnya aksi heroiknya dalam tragedi pembajakan tersebut. Dengan menempatkan karakter yang kuat melalui kisah dramanya, diharapkan jika sosok Neerja ini bisa mengambil hati penontonnya. Bahkan mungkin bisa menginspirasi. 

Memang benar. Sebagai seseorang yang gagal dalam pernikahannya, Neerja menjadi sosok yang rapuh. Tapi dari masa lalunya itu, ia belajar menjadi seseorang yang lebih kuat, dewasa, serta pemberani. Tentunya, karakter seperti ini memang mudah disukai oleh penonton yang mendamba figur kuat di balik kerapuhannya.

Selain penggalian karakter yang sudah kuat, jangan lupa pula dengan performa cast dari kuartet teroris di sini (Abrar Zahoor, Jim Sarbh, Ali Baldiwala, dan Vikrant Singta). Empat aktor ini sukses memerankan teroris yang garang dan tidak kenal ampun, khususnya bagi Jim Sarbh dengan aktingnya yang begitu meyakinkan.

Di luar dari teknikal film atau penggalian karakternya, “Neerja” adalah film yang penting. Dengan film ini, kita bisa tahu siapa Neerja Bhanot sang pahlawan itu. Tidak perlu sampai kita tahu masa lalunya (kecuali untuk kebutuhan film, saya rasa memang perlu), cukup dengan kisah kepahlawanannya saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !