Rabu, 17 Juni 2015

SHAUN THE SHEEP MOVIE [2015]

Sudah sekitar 8 tahun terhitung sejak 2007, Shaun The Sheep mengudara di stasiun BBC dan sering kali tayang pula di salah satu stasiun tv Indonesia. Shaun adalah karakter spin-off yang sebelumnya muncul pada salah satu episode serial Wallace and Gromit (mulai tayang sekitar tahun 1990). Film lain hasil produksi dari studio Aardman adalah Chicken Run (2000) dan The Pirates! Band of Misfits (2012). Film animasi stop-motion selalu memiliki keunggulan dan tidak kalah dengan animasi 2D atau 3D, seperti detail dalam pembuatan karakternya, set lokasi, hingga stuff yang digunakan.  

Cerita berawal dari kebosanan Shaun (Justin Fletcher) dan teman-temannya dalam menghadapi rutinitas sehari-hari. Makan, minum, bercukur, lalu tidur. Hal tersebut terjadi berulang-ulang setiap harinya. Kemudian, Shaun memiliki ide untuk menidurkan The Farmer (John Sparkes), agar ia dan teman-teman lainnya bisa santai sejenak dari semua rutinitas membosankan tersebut. Setelah berhasil menidurkan The Farmer dalam trailer dan mengakali si anjing penjaga, Bitzer (John Sparkes, double act), Shaun menikmati segala hiburan dan makanan yang ada di rumah The Farmer.

Tidak lama, ketahuan lah akal bulus si Shaun dan teman-temannya oleh Bitzer. Bitzer lalu mencoba membangunkan The Farmer. Bukannya bangun, trailer tempat The Farmer tidur malah berjalan dan meluncur ke kota dan Bitzer pun mengejarnya. Rindu dengan The Farmer, Shaun bergegas pergi sendiri dengan naik bus untuk menuju ke kota dalam upaya pencarian The Farmer. Selama ia berada di kota, ia harus pandai bersembunyi dari kejaran Trumper (Omid Djalili), seorang penangkap hewan liar. Berhasilkah Shaun menemukan The Farmer kembali dan membawanya pulang?
Untuk menjadikan petualangan Shaun dan teman-temannya menjadi seru, satu-satunya cara adalah dengan menambahkan karakter baru non-animal, kemudian ia akan menjadi tantangan bagi Shaun dan akan terus menghalangi semua usahanya. Hasilnya, tentu sebuah adegan kejar-kejaran di kota yang melibatkan skala cukup besar/rombongan. Jurus ampuh Shaun dkk. dalam menyamar menjadi manusia tentu klasik, karena memang itulah satu-satunya cara yang bisa diandalkan. Tapi entah mengapa, saya merasa adegan kejar-kejarannya tidaklah sebesar seperti yang saya bayangkan. Kehadiran Trumper sebagai penangkap hewan liar sendiri juga cukup klise, karena saya sudah sering melihat karakter jahat yang seperti ini muncul di film-film dengan karakter utama hewan.

Tapi semua sudah termaafkan dengan kelucuan-kelucuan kecil Shaun dkk. Sekali lagi, desain unik para karakter dan set lokasinya yang sedap dipandang mata, mampu mencuri hati saya. Shaun The Sheep sendiri memang dasarnya dibuat untuk anak-anak, cerita yang digunakan juga tidak perlu yang rumit-rumit. Anak kecil pun pasti juga lebih mengutamakan untuk melihat para karakternya yang lucu, daripada harus susah-susah mengikuti alur ceritanya. Tapi memang, jika dibandingkan, rasanya serial tv-nya jauh lebih lucu dan lebih mengena. Mungkin karena alur cerita serial tv-nya lebih padat, singkat, dan to the point, makanya terasa begitu lucu daripada versi Movie yang lebih panjang dan membuatnya sedikit bertele-tele. 

Sempat pula ada momen yang cukup membosankan bagi saya. Tapi tidaklah lama, karena Shaun langsung saja menggebrak dengan tingkah polahnya yang lucu dan menggemaskan. Shaun sendiri memang terkenal jenius jika dibandingkan dengan domba-domba lainnya. Bahkan menurut saya pribadi, kejeniusan Shaun sendiri sudah berada pada level di atas manusia normal. Ialah yang selalu mengkoordinasi teman-temannya dalam melancarkan segala rencana yang ia buat. Hampir semua rencananya selalu berhasil, contohnya adalah misi menidurkan The Farmer, meski akhirnya petaka justru berawal dari sana. Team work dari para domba-domba ini juga sungguh bagus, semua memang tidak lain adalah hasil dari tangan dingin Shaun. Itulah mengapa, saya begitu terkesan sekali dengan karakter domba yang satu ini. Berbeda dengan karakter lain yang nakal, manja, dan troublemaker

Shaun The Sheep Movie dieksekusi dengan cukup bagus, lumayan lucu, dan tidak lupa menghibur. Sebuah kostum kuda yang odd-looking berhasil dibuat untuk misi penyelamatan The Farmer serta mengembalikannya kembali ke peternakan. Dan lagi, team work dari para domba ini, plus si Bitzer, dipertunjukkan. Ada 2 hal yang begitu sangat lucu dalam film ini, dan keduanya bukanlah lelucon yang dibuat oleh karakternya. Pertama adalah kostum kuda warna kuning yang dibuat Shaun dkk., yang kedua adalah gambar anjing bermata merah dalam penjara tempat Shaun dan Bitzer disekap. Saya tidak berhenti tertawa melihat 2 benda tersebut, lucu, aneh, dan sangat sulit untuk dilupakan. Overall, Shaun The Sheep Movie merupakan film hiburan keluarga yang pas dinikmati waktu senggang. Pastikan, saudara Anda yang masih kecil turut menyaksikannya juga.    
ATAU
7 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !