Senin, 08 Juni 2015

THE EXORCIST [1973]

Diangkat dari novel dengan judul sama karya William Peter Blatty tahun 1971, The Exorcist bisa disebut sebagai salah satu film horror tersukses yang pernah dibuat, baik dari segi komersial maupun kritik. The Exorcist menjadi film horror pertama yang berhasil masuk di nominasi Academy Awards kategori film terbaik dan telah memenangi 2 kategorinya. Ide dari penulisan buku The Exorcist sendiri terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi tahun 1949, di mana subjek utama seorang gadis berusia 12 tahun yang kerasukan makhluk halus dan ditangani oleh 2 orang pendeta.

Cerita berawal dari pastor Merrin (Max von Sydow) yang melakukan penggalian artefak kuno di daerah Nineveh, Irak. Dalam penggalian tersebut, ia berhasil menemukan patung-patung kuno iblis Pazuzu dari mitologi Babilonia, wujud dari iblis yang sebelumnya pernah ia kalahkan. Sementara itu, di Georgetown, seorang aktris terkenal bernama Chris MacNeil (Ellen Burstyn) harus menghadapi kenyataan bahwa putri semata wayangnya, Regan (Linda Blair) mengalami kejadian-kejadian aneh yang tidak bisa dijelaskan nalar.

Dokter awalnya mendiagnosis bahwa Regan mengalami neurological disorder. Tapi kemudian ibunya menyangkal hal tersebut, karena Regan lebih menunjukkan bahwa psikologinya yang terganggu, salah satunya adalah dengan berkata-kata kotor. Yang lebih mengejutkannya lagi, sutradara sekaligus teman dari Chris, Burke Dennings (Jack MacGowran) tewas dari kamar tempat Regan berada. Hal tersebut kemudian menarik perhatian seorang letnan detektif Kinderman (Lee J. Cobb) untuk menyelidiki kematian Burke yang tidak wajar tersebut. Atas berbagai saran, Chris pun meminta bantuan pastor Damien (Jason Miller) untuk membantu menyembuhkan Regan dengan cara supranatural.
Bisa dibilang, The Exorcist merupakan yang paling original dari semua film horror bertemakan exorcism atau demonic possession. Sebenarnya, saya sendiri kurang begitu tertarik dengan berbagai macam film horror yang kembali memasang tema exorcism sebagai jualan utamanya. Tapi dengan melihat antusiasme pada The Exorcist yang begitu terkenal dan cukup klasik tersebut, saya rasa tidak salah pula menjatuhkan keinginan untuk menonton film ini. 

Film yang selalu masuk dalam daftar scariest movie all of time ini memang memberikan pembuktiannya bahwa film ini memang benar-benar menyeramkan. Salah satu faktor kunci yang menjadikan The Exorcist begitu menyeramkannya tentu saja terletak pada pencampuran akan fakta-fakta mengenai demonic possession yang benar-benar pernah terjadi puluhan tahun sebelumnya.      

Faktor lain yang menjadi penunjang begitu superb-nya The Exorcist adalah pada SFX make-up artist dan sound mixing-nya yang mampu menciptakan ambience dan scream yang begitu seram. Spesial efek lainnya seperti ketika Regan berjalan merangkak di tangga secara terbalik atau kepala yang tiba-tiba memutar 1800 juga memberikan efek keterkejutan yang amat sangat. 

Di balik semua spesial efek tersebut, The Exorcist dibangun pula dengan beberapa unsur misteri di dalamnya, sehingga tidak hanya kesan seram saja yang ditampilkan, melainkan juga penuh dengan teka-teki. Penambahan karakter berupa seorang detektif di sini, semakin menekankan bahwa The Exorcist tidak hanya bermain di sisi seramnya film horror saja, tapi juga sudah seperti film crime. Hanya saja masih tetap bahwa pelakunya merupakan makhluk tak kasat mata.

Pada menit-menit awal, The Exorcist berjalan cukup pelan. Penonton mungkin akan cukup penasaran di bagian awalnya yang begitu samar-samar dalam menampilkan kesan mistisnya. Penonton juga akan banyak berspekulasi mengenai apa yang menimpa Regan merupakan penyakit yang bersifat ilmiah ataukah benar-benar ada kekuatan supranatural di baliknya. Tapi sedikit demi sedikit, tabir misteri mengenai apa yang menimpa Regan akhirnya terbuka dan sensasi sesungguhnya dari film horror menunggu di depan. 

The Exorcist rupanya juga tidak lepas dari kontroversi. Terutama pada castnya, Linda Blair, yang ketika itu masih anak-anak dan harus mengucapkan kata-kata vulgar demi tuntutannya dalam akting di film tersebut. Linda Blair sendiri mengaku bahwa ia tidak mengerti setiap kata-kata vulgar yang diucapkannya ketika berperan sebagai Regan itu. Terlepas dari kontroversinya, The Exorcist merupakan salah satu film horror terbaik yang pernah saya tonton dan menjadikannya paling orijinal dari semua film horror bertemakan exorcism yang pernah dibuat.  
9 / 10

3 komentar:

  1. Pertama2 saya cuma mau bilang klo film ini merupakan salah satu horor klasik yg layak tonton selain poltergeist, rosemary baby, dan the omen.

    Tapi saya masih ada pertanyaan nih:
    1. Apa ada hubungannya kerasukannya regan dgn penemuan sebuah batu pazuzu oleh father merrin di bagian awal film?
    2. Kenapa saat burke dennings meninggal, detektif menemukan ada batu pazuzu yg mirip dg batu yg diambil father merrin?
    3. Kok bisa ya burke dennings masuk kamarnya regan dan naruh salib di ranjangnya regan? Apa dia kerasukan juga? Atau adakah hubungannya burke dgn kerasukannya regan?

    Overall saya kasih poin 8/10 utk film satu ini. Akting para aktornya keren abis, terutama linda blair yg jadi nyawa buat film ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ki Witjaksono atas bantuan dana ghaibnya kini kehidupan ku lebih jauh dari sebelumnya dan itu semua berkat Ki Witjaksono bagi saudara-saudara yang mau di bantu sama Ki Witjaksono silahkan hubungi: 0852_2223_1459.
      selengkapnya KLIK-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

      Hapus
  2. Saya peminat film horor, ada beberapa film horror klasik yang saya suka salah satunya exorcist,, sama, saya jg kurang mengerti hubungan pendeta merrin dengan kerasukannya regan, tidak begitu dijelaskan bagaimana awal mula regan bisa dirasuki iblis yg berasal dari irak. Tapi efek seramnya dapat sih berkat regan, apalagi ada adegan pas mutar kepala 360 derajaat, hoorroooorr meen,,,

    BalasHapus

AYO KITA DISKUSIKAN !