Kamis, 25 Juni 2015

THE COVE [2009]

**FILM SUPER**
The Cove adalah film dokumenter yang mengangkat misteri mengenai perburuan masal lumba-lumba di Jepang. Tidak hanya hanya masalah perburuan, The Cove juga banyak memberi informasi pada publik terkait pencemaran merkuri dalam daging lumba-lumba serta menyinggung konspirasi Pemerintah Jepang terkait pembantaian lumba-lumba. Pengambilan gambarnya banyak dilakukan secara rahasia di Kota Taiji, Prefektur Wakayama, Jepang. Disutradarai oleh fotografer dari National Geographic, Louie Psihoyos, Anda akan diajak untuk berpetualang bersama Ric O’Barry (aktivis penyelamatan lumba-lumba) dalam menyikap misteri perburuan lumba-lumba yang menegangkan dan penuh bahaya.


Dalam pengambilan gambar untuk The Cove ini, Ric harus sering memakai masker agar ia tidak dicurigai sebagai penentang perburuan lumba-lumba. Dengan tegas ia mengatakan bahwa misi ini sangat berbahaya sekali, bahkan sangat berpotensi membahayakan nyawanya jika sampai ia ketahuan para nelayan Jepang. Rupanya, apa yang dikatakan Ric bukanlah hiperbola semata. Dua temannya sesama aktivis dibunuh. Salah satunya saat mencoba menentang perdagangan lumba-lumba di Rusia. Saya benar-benar salut atas keberanian Louie Psihoyos dan tim yang superb serta gadget yang canggih pula dalam pembuatan film ini. Meski bahaya dan ancaman dari para nelayan kerap terjadi, seolah panggilan jiwa, mereka merasa ‘harus’ untuk memfilmkannya dan memberitahu yang sebenarnya kepada publik. 

Tragis sekali memang melihat mamalia cerdas tersebut dibantai oleh para nelayan. Perasaan saya benar-benar bercampur aduk melihat kekejaman yang telah terjadi selama berabad-abad lalu itu. Bagaimana tidak kejam, mereka beralasan bahwa perburuan lumba-lumba tersebut merupakan langkah untuk mengontrol hama, sebab lumba-lumba disebut-sebut sebagai penyebab berkurangnya populasi ikan di laut. Kenyataan yang lebih kejam lagi adalah bahwa daging lumba-lumba (dan paus) tersebut bukanlah jenis daging yang digemari di pasaran. Jika tidak laku, mengapa mereka masih tetap saja memburunya ?. Lalu kemana perginya daging lumba-lumba yang tidak laku tersebut ?. Hal itu mengundang pertanyaan besar bagi Ric untuk memecahkan misteri tersebut dan upaya keras untuk menghentikan perburuan ilegal yang sering dijadikan alasan sebagai bagian dari tradisi turun menurun. 

Awalnya, saya men-generalisir semua orang Jepang begitu rakus dalam menyantap daging lumba-lumba dan paus yang ilegal diburu ini. Kemudian saya begitu terkejut ketika tahu bahwa tidak semua orang Jepang mengetahui tentang perburuan liar ini. Bahkan, salah satu orang yang diwawancarai juga turut prihatin mengenai perburuan lumba-lumba dan ia sama sekali tidak tahu menahu tentangnya. Ada dugaan, pemerintah dan media sengaja menutup-nutupi masalah perburuan itu. Inilah saatnya Ric dan tim untuk merekam kegiatan nelayan dalam perburuan tersebut dengan sembunyi-sembunyi dan ekstra hati-hati, dengan tujuan tidak lain untuk mengingatkan masyarakat secara luas dalam berjuang menghentikan tindakan ilegal itu. Langkah pertama Ric tentunya membentuk tim yang peduli mengenai kelestarian lumba-lumba ini, dan hebatnya tidak semua dari mereka adalah seorang aktivis. Perbedaan tersebut justru menjadikan tim ini begitu solid dengan team work yang hebat pula.

The Cove berhasil mengungkapkan fakta-fakta yang mencengangkan dan membongkar kejahatan ‘mafia’ kelautan di Jepang. The Cove sudah tidak berbicara mengenai pembantaian lumba-lumba lagi, tapi juga sudah merambah tentang konspirasi serta penyembunyian fakta kepada publik. Skoring dari J. Ralph dan editing bagus dari Geoffrey Richman dengan banyak permainan slow motion dan time lapse semakin mempercantik kemasan The Cove. Menegangkan, mencekam, dan ironis, tapi di satu sisi juga menghibur. Itulah The Cove, sajian yang tidak hanya menyadarkan kita, tapi juga berani membongkar kebusukan pemerintahan. Dengan menontonnya, kita juga merasa ikut sibuk dengan Ric dalam urusan ini. Salah satu dokumenter crime terbaik yang pernah saya lihat.  
ATAU
9,5 / 10

3 komentar:

  1. I don't know. Who are we to tell other cultures what animals not to eat? Pigs are very smart and sensitive too.

    BalasHapus
  2. Film ini bagus banget...asli bikin terharu sekaligus malu...karena saya hanya diam saja dengan aksi kejahatan tsb

    BalasHapus

AYO KITA DISKUSIKAN !