Senin, 18 Mei 2015

BIG HERO 6 [2014]

Bagaimana jadinya jika beberapa film digabungkan menjadi satu dalam format animasi dan bersettingkan masa depan ? Maka jawabannya adalah Big Hero 6 ini. Robot, superhero, sains, dan hal-hal berbau sci-fi lainnya melebur menjadi satu sebagai sajian yang sangat menghibur. Tidak lupa karakter antagonis jahat yang memiliki kekuatan super juga menjadi tambahan yang semakin membuat menarik.

Di pinggiran kota masa depan yang bernama San Fransokyo (gabungan dari San Fransisco dan Tokyo) sering diadakan Bot Fights (pertarungan robot) jalanan. Tapi, pertarungan robot tersebut bersifat illegal karena harus mempertaruhkan uang. Seorang anak jenius 13 tahun bernama Hiro Hamada (Ryan Potter) dengan robotnya, Megabot, berhasil mengalahkan raja pertarungan robot jalanan di situ, Yama, beserta robotnya, Little Yama. Tidak terima, Yama kemudian merebut Megabot milih Hiro dan memerintahkan anak buahnya untuk memukuli Hiro. Dengan kendali Hiro, Megabot begitu mudahnya melepaskan diri dan kembali pada Hiro. Kemudian datanglah Tadashi (Daniel Henney), kakak Hiro, dia memberi pertolongan dan mengajak Hiro untuk melarikan diri. 

Hiro dan Tadashi adalah anak yatim piatu, mereka tinggal bersama Bibi Cass. Hiro sangat suka sekali dengan pertarungan robot, meski ia banyak sekali mendapat pertentangan dari Tadashi. Tadashi berharap agar Hiro lebih pandai lagi memanfaatkan kecerdasannya untuk hal yang lebih baik, dibanding sekedar mempertarungkan robot. Maka malam itu Tadashi memaksa Hiro ikut ke laboratorium Ito Ishioka, tempatnya bereksperimen. Di sana, Hiro berkenalan dengan para jenius penggila sains, Go Go (Jamie Chung), Wasabi (Damon Wayans Jr.), Honey Lemon (Genesis Rodriguez), dan Fred (T.J. Miller). Mereka semua adalah teman Tadashi, dan masing-masing dari mereka juga memiliki spesialisasi tersendiri di bidang sains. Sedangkan dari hasil eksperimen Tadashi, ia menciptakan sebuah robot yang dapat menjadi pelindung bagi Hiro, bernama Baymax (Scott Adsit). Baymax secara khusus dirancang oleh Tadashi untuk menuruti semua perintah dari Hiro dan melindunginya dari segala bahaya.

Melihat orang-orang yang berbakat dibidang sains di laboratorium Universitas itu, Hiro berharap penuh supaya dapat diterima kuliah di sana. Tadashi pun menyetujuinya dan meminta Hiro untuk mengikuti pameran sains. Penemuan yang dibuat Hiro membuat Robert Callaghan (James Cromwell), profesor yang menjadi pimpinan Universitas terkagum-kagum. Bahkan, seorang pemilik perusahaan teknologi, Alistair Krei (Alan Tudyk) berharap akan membeli penemuan Hiro tadi. Tapi, Callaghan menentang Hiro untuk menjualnya pada Krei, karena dia beranggapan bahwa Krei adalah orang yang suka mementingkan diri sendiri dan mengabaikan sains. Tidak berapa lama setelah permintaan Krei ditolak Hiro, gedung tempat pameran sains tadi terbakar. Tadashi berusaha menyelamatkan Callaghan, meski akhirnya gedung tersebut meledak dan mereka berdua tidak bisa diselamatkan. Berhasilkah Hiro mengungkap misteri ledakan tersebut ? Serta bagaimana peran Baymax dalam setiap petualangan Hiro selanjutnya ?

Don Hall dan Chris Williams selaku sutradara sukses membangun sebuah kota imajinasi yang menggabungkan 2 kota besar, San Fransisco dan Tokyo. San Fransisco sendiri penuh dengan bangunan modern nan futuristik tapi tidak lupa pula menyertakan beberapa bangunan kuno ala Jepang. Seperti layaknya kotanya yang merupakan gabungan, Big Hero 6 sendiri sepertinya juga merupakan gabungan beberapa fitur dari film-film yang sudah punya nama sebelumnya. Lihat saja bagaimana ketika Hiro mempertarungkan robotnya yang bernama Megabot, pasti banyak yang teringat dengan dengan film pertarungan robot yang dibintangi Hugh Jackman, Real Steel (2011). Memang tidak menutup kemungkinan hal tersebut, karena sejauh durasi Big Hero 6 berjalan, Anda akan menemukan banyak sekali fitur-fitur film lainnya yang ditampilkan di sini. Jike boleh, saya sebutkan satu persatu adalah Iron Man (2008), The Avengers (2012), dan How to Train Your Dragon (2010). Lucunya, ketika saya begitu mengamati wajah dari Hiro, entah mengapa saya jadi teringat dengan Guy dari The Croods (2013) atau Hiccup dari How to Train Your Dragon, yang mana keduanya adalah buatan studio Dreamworks. Kebetulan kah ?

Untuk film animasi buatan Hollywood sendiri memang masih cukup jarang yang dibuat dengan format action, dengan menambahkan karakter antagonis yang benar-benar ‘serius’. ‘Serius’ di sini dalam artian adalah karakter antagonis tersebut benar-benar badass dan no-kompromi serta memberikan impact cukup besar pada beberapa karakter protagonisnya. Mungkin tidak berlaku untuk Syndrome dari The Incredibles (2004) atau Megamind dari Megamind (2010), yang keduanya masih diselipi dengan komedi ringan dalam setiap dialognya. Tapi langkah dari Disney dalam membuat Big Hero 6 yang diselipi antagonis ‘serius’ berupa pria bertopeng Kabuki merupakan langkah yang bagus dalam memberikan warna baru di film animasi. 

Dari semua nilai plus tadi, Big Hero 6 memiliki kekurangan yang cukup fatal dalam segi penyampaian komedinya. Banyak komedi slapstik yang ditampilkan terasa sangat ‘garing’ sekali dan cenderung membosankan. Saya pribadi hampir sudah mengenal semua ‘guyonan’ yang ditampilkan dalam Big Hero 6. Tapi, peran Baymax yang konyol sendiri cukup memberikan obat untuk ‘kegaringan’ tadi, meskipun tidak dalam dosis yang besar. Selain aspek komedi, kelemahan lain dari Big Hero 6 adalah banyaknya beberapa scene yang sangat predictable, terutama dalam pengungkapan siapa sosok si pria bertopeng Kabuki. Wajar memang, karena karakter antagonis yang ada di Big Hero 6 sendiri bisa dikatakan cukup sedikit.

Dari semua kelemahan tersebut, Big Hero 6 tertolong dengan eksekusinya yang ‘lumayan’ bagus. Jika Anda mengingat bagaimana Ironman ketika melewati lubang hitam Tesseract di The Avengers, maka Anda sudah bisa tahu dengan apa yang terjadi di sini. Hanya bedanya, ending Big Hero 6 adalah versi ‘tidak beruntung’ dari The Avengers. Dan lagi, jika Anda jeli, maka Anda akan menemukan sosok legendaris dari Marvel Comic Universe, Stan Lee. Semakin akhir semakin jelas rupanya mengapa beberapa fitur superhero dari Marvel sering muncul di sini. Singkatnya, Big Hero 6 adalah film animasi yang cukup ditonton sekali dan rasanya tidak perlu lagi untuk didiskusikan sesama teman penyuka film.
ATAU
6,5 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !