Sabtu, 02 Mei 2015

THE TWILIGHT SAMURAI [2002]



Genre Western identik dengan Cowboy dan adu tembak menggunakan pistol. Maka Eastern identik dengan para Samurai serta pertarungan adu pedang (katana). Sebut saja seperti Seven Samurai (1954) atau Harakiri (1962) yang mengambil tema ksatria legendaris Jepang tersebut. Loyalitas, kebanggaan, serta kemahiran menggunakan pedang menjadi penghias figur seorang Samurai.
The Twilight Samurai (2002) mengisahkan seorang Samurai miskin bernama Iguchi Seibei (Sanada Hiroyuki) yang hidup pada masa 3 tahun sebelum Restorasi Meiji. Kisah hidup Seibei sangat memilukan, selain hidup miskin ia juga harus merelakan kepergian istrinya selama-lamanya akibat penyakit paru-paru. Beban membesarkan 2 anak perempuannya, Kayano dan Ito serta merawat ibunya yang pikun semakin menambah daftar kesengsaraannya. Seibei yang berasal dari klan Unasaka tersebut bekerja di bagian administrasi di puri klan hanya mendapat gaji 50 koku, itupun 20 koku habis untuk mengangsur pembayaran hutang. Berbeda dengan teman kerjanya sesama Samurai yang selalu menghabiskan waktu untuk minum-minum setelah bekerja, maka Seibei lebih memilih pulang ketika senja tiba untuk merawat anak dan ibunya. Ajakan teman-temannya pun sering ditolak. Tidak salah bila teman-temannya menjulukinya Tasogare Seibei (Seibei si senja). 

Pada suatu malam ketika Seibei mengantar pulang teman masa kecilnya, Tomoe (Miyazawa Rie), datanglah mantan suami Tomoe, Koda Toyotaro yang marah-marah sambil mabuk hendak mengambil kembali Tomoe yang bersembunyi di rumah kakaknya. Melihat perlakuan Toyotaro yang seenaknya terhadap Tomoe dengan menamparnya, maka Seibei tidak tinggal diam menghentikan perbuatan Toyotaro tersebut. Toyotaro yang seorang ahli pedang pun tersinggung, dan mengajak Seibei duel pedang di dekat sungai. Tantangan disanggupi oleh Seibei, hingga keesokan harinya Seibei berhasil mengalahkan Toyotaro hanya dengan sebilah tongkat. Nama ‘Tasogare Seibei’ pun semakin terkenal hingga memancing seorang Samurai hebat, Yogo Zenemon (Tanaka Min) untuk menantangnya. Tapi tantangan ditolak oleh Seibei. Hingga takdir mempertemukan mereka lagi ketika ‘perintah mulia’ dari Daimyo Hori datang untuk Seibei agar menghabisi Zenemon. Awalnya Seibei menolak, tapi ia terdesak dan akhirnya menuruti ‘perintah mulia’ tersebut.

Musik pengiring dari Tomita Isao mengalun lembut pada menit-menit awal berhasil menggambarkan keadaan seorang Seibei yang memilukan. Kesederhanaan seorang Seibei berhasil diperankan dengan baik oleh Sanada Hiroyuki yang tampil pula membawa pedang di The Wolverine (2013). Seibei adalah seorang Samurai rendahan dengan hidup yang keras, tapi dibalik kesederhanannya tersebut ia memiliki kemampuan luar biasa sebagai ahli Kogatana (pedang pendek) dan tetap rendah hati. Kisah hidup Seibei benar-benar digambarkan sangat memilukan sekali, berpakaian compang-camping serta jarang mandi, ditambah beban berat 2 anak dan ibu pikunnya, serta semakin “greget” lagi ketika Seibei tidak berani untuk jujur akan perasaannya terhadap Tomoe. Meski Tomoe rela menjadi istrinya, tapi tetap saja Seibei berusaha menolak agar tidak semakin menyusahkannya.

Adegan pertarungannya memang tidak se-spektakular di Rurouni Kenshin, tapi justru di situlah letak keindahannya. Pertarungan adu pedang digambarkan sangat nyata sekali dan minim skoring musik, sehingga mengundang decak kagum serta membuat berdebar-debar, siapakah yang akan menjadi pemenangnya. Seibei bukanlah satu-satunya Samurai miskin di era tersebut. Seibei adalah salah satu potret dari sekian Samurai miskin kala itu. Modernisasi memaksa para Samurai tersingkir, hidup miskin dan terlantar, mati kelaparan, atau mengembara (Ronin). Posisi senapan berhasil menggeser eksistensi pedang, maka pedang bukanlah kebanggaan lagi. Tak heran pula jika Samurai harus menjual pedangnya demi sesuap nasi.
ATAU
9 / 10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !