Jumat, 08 Mei 2015

DISTRICT 9 [2009]

Sudah sangat sangat banyak sekali film sci-fi yang mengangkat tema alien di dalamnya. Mulai dari yang murahan, lumayan, hingga bagus dan warm seperti The Extra-Terrestrial (1982). Saya tidak akan menyebut satu-satu tentunya. Film debut sutradara Afrika Selatan, Neil Blomkamp, yang berjudul District 9 ini bisa jadi alternative bagi penyuka film-film alien. Trademark seorang Blomkamp yang selalu membawa-bawa unsur Afrika Selatan (termasuk cast) dan setting distopia ini memang berpengaruh bagi karya-karyanya ke depannya.

Sebuah pesawat alien raksasa tiba-tiba berhenti di atas kota Johannesburg. Tidak ada yang tahu tujuan pasti dari para alien itu. Hingga akhirnya sebuah kelompok memberanikan diri membuka pintu pesawat. Didapatilah para alien yang kemudian disebut Prawn dalam keadaan “tragis”. Pemerintah kemudian membentuk sebuah kelompok bantuan untuk memindahkan para Prawn yang berjumlah jutaan itu ke tempat sementara dengan dipagari agar tidak mengganggu ketenteraman warga sekitar. Tempat itu kemudian disebut District 9. Keberadaan para Prawn tersebut membawa kontradiksi dengan warga sekitar. Mereka takut jika para Prawn menetap lama dan menguasai daerahnya. Kerusuhan tidak bisa dihindari antara para Prawn dengan warga lokal. Bahkan tidak jarang, Prawn membunuh manusia dan sebaliknya. Ada pula Prawn yang berhubungan dengan para gangster, mereka rela menukarkan senjata alien dengan makanan kaleng yang disukai. Keberadaan para Prawn di District 9 telah berlangsung 20 tahun dan warga mendesak pemerintah untuk mengusirnya.

Adalah Wikus van de Merwe (Sharlto Copley) pegawai dalam urusan Alien di departemen MNU, mendapat tugas langsung di lapangan dalam upayanya mengusir Prawn secara persuasif. Tapi tentu saja pengusiran tersebut tidak bisa berjalan dengan lancar. Perlawanan dari para Prawn sempat membuat pasukan yang dikerahkan kuwalahan. Sampailah akhirnya Wikus dan rombongan ke rumah pimpinan dari Prawn. Di situ ia mendapatkan sebuah alat misterius berbentuk silinder berwarna perak. Kecerobohan dari Wikus menyebabkan petaka ke depannya. Dengan isengnya, ia membuka silinder yang di dalamnya terdapat cairan hitam lalu terciprat ke wajahnya. Yang ia tidak ketahui, tubuhnya telah terkontaminasi cairan tersebut. Dalam hitungan jam ke depan, terjadi perubahan dalam tubuhnya. Bagaimana nasib Wikus selanjutnya akibat kontaminasi cairan itu ? Mampukah pemerintah mengusir para Prawn kembali ke planet asalnya ?

Alien dalam Distric 9 yang disebut Prawn ini memiliki bentuk menyerupai serangga. Seperti semua alien dalam gambaran awam manusia, mereka cerdas dan memiliki peralatan dan teknologi yang canggih. Berbeda dengan invasi alien lainnya di film yang ditampilkan dengan skala massiv, maka Prawn di sini bisa dikatakan “sedikit” manusiawi. Para Prawn membentuk sebuah sosialisasi dengan warga sekitarnya. Jual-beli atau barter, prostitusi, bahkan bertikai dengan para gangster. Bukan tanpa alasan sebenarnya mengapa mereka hingga bertahun-tahun di Distric 9, kehilangan pimpinan membuat mereka tak tentu arah ditambah pula pesawat yang tidak bisa digunakan lagi. Siapapun boleh memaknai lain tentang keberadaan Prawn, silakan. Dari sudut pandang saya sendiri memang, bisa jadi Prawn memiliki makna lain dan ia menjadi simbol dalam film ini.

Ditampilkan dengan format dokumenter dan menambahkan footage dari pandangan para “pakar” alien, membuat District 9 menyoroti lebih dalam lagi tentang alien. Prawn adalah bagian dari fenomena sosial  dan ancaman semua lini masyarakat, tapi mereka juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik dengan warga sekitarnya. Saya suka bagaimana Blomkamp menggambarkan alien di sini dengan manusiawi. Saya akui kualitas CGI-nya benar-benar bagus dalam menggambarkan wujud Prawn serta peralatan canggih lainnya. Untuk ukuran film sci-fi alien, District 9 cukup memuaskan dan menghibur. Sungguh pencapaian awal yang luar biasa dari seorang Blomkamp yang mana dia adalah sutradara non-Hollywood yang mampu menunjukkan “taringnya” di sana.  
ATAU
8,5 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !