Rabu, 27 Mei 2015

E.T. THE EXTRA-TERRESTRIAL [1982]


Di awal-awal karir Steven Spielberg sebagai surtadara, ia sering membuat film-film berbagai macam genre, thriller seperti Jaws (1975), sci-fi seperti Close Encounters of The Third Kind (1977), adventure seperti Raiders of The Lost Ark (1981), hingga kembali ke sci-fi lagi, The Extra-Terrestrial ini. Ini adalah film sci-fi tentang alien, tapi juga banyak mengangkat aspek family yang kuat dan adventure khas dunia anak-anak.
 
Suatu malam saat membawa pizza, Elliott (Henry Thomas) dikejutkan dengan peristiwa misterius di gudang belakang rumahnya. Kemudian ia memanggil kakaknya, Michael (Robert Macnaughton) beserta temannya-temannya dan ibunya, tapi tidak ditemukan apapun setelahnya. Elliott sangat yakin ada sesuatu di dalam gudang belakang rumahnya. Malam besuknya, ia bertemu dengan sesuatu yang membuatnya curiga selama ini. Alien bertubuh kecil keluar dari gudang belakang rumahnya lalu mendekatinya. Tanpa merasa takut, Elliott pun kemudian menggiringnya masuk ke kamar dengan memberikan permen coklat yang disebar. Itulah awal perkenalan pertama Elliott dengan ET. Esoknya, Elliott pun memperkenalkan ET pada kakaknya, Michael dan adiknya, Gertie (Drew Barrymore), meski awalnya ia sangat terkejut sekali saat bertemu.

Hubungan mereka dengan ET pun semakin akrab. Mereka tetap menyembunyikan keberadaan ET dari siapapun, tanpa terkecuali dari ibunya. ET memiliki kemampuan telekinesis serta dapat menyembuhkan luka Elliott hanya dengan sentuhan jarinya yang dapat menyala. ET sendiri awalnya terpisah dengan teman-temannya ketika suatu malam mendarat di bumi dengan pesawat. Maka kemudian ET mencoba berkomunikasi pada Elliott untuk mengungkapkan keinginannya kembali ke planet asalnya. Dengan benda yang ada, ET menciptakan alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan teman-temannya di luar angkasa. Tapi rupanya, segala gerak-gerik Elliott dan saudaranya diawasi oleh sebuah kelompok yang memburu alien. Berhasilkah Elliott membantu ET kembali ke planet asalnya ? Lalu apakah tujuan kelompok pemburu alien tersebut memata-matai Elliott ?    

Jika Anda pernah melihat logo dari studio film dan serial tv bernama Amblin Entertainment, maka Anda harus tahu bahwa logo tersebut berasal dari salah satu scene dalam film ini. Bagi saya, scene tersebut bukanlah sembarang scene, melainkan salah satu scene paling ikonik dalam sejarah film, selain Jack & Rose di ujung Titanic atau Forrest Gump yang sedang duduk di bangku taman, dan masih banyak lainnya. The Extra-Terrestrial adalah film sci-fi family dan adventure tentang alien, tapi tidak disajikan dengan skala epic seperti invasion dan mass destruction. The E.T. lebih berfokus pada pertemanan seorang anak dengan alien yang bernama ET. ET sendiri digambarkan dalam wujud yang cukup weird, dengan tangan dan leher panjang, tapi berkaki pendek. Untuk ukuran film tahun tersebut, pembuatan figur alien seperti ET sangat membuat saya terkagum-kagum. ET dibuat dengan animatronics dan tambahan peran pengganti. Wajahnya sendiri dibuat karena terinspirasi oleh wajah-wajah tokoh terkenal, seperti Albert Einstein hingga Ernest Hemingway. 

Pertemanan antara Elliott dan saudaranya dengan ET memang sangat menyentuh sekali. 2 makhluk yang berbeda jenis tapi sanggup menunjukkan keeratan persahabatan dan perasaan saling membutuhkan satu sama lain. ET sendiri memiliki semacam bound yang membuatnya terikat dengan Elliott. Apa yang dirasakan oleh ET, maka dirasakan pula oleh Elliott. Mungkin itulah alasan mengapa ET dapat menyembuhkan setiap luka di tubuh Elliott. Pada menit-menit menjelang akhir, ada adegan dimana ET dalam keadaan sekarat, hal tersebut juga dialami oleh Elliott pada waktu bersamaan. Sepertinya, ET memang sudah ‘ditakdirkan’ untuk bertemu dengan Elliott di bumi dan menjalin persahabatan antar 2 makhluk berbeda planet ini. Saya menduga, Spielberg sengaja membuat nama karakter “Elliott” yang dapat dipendekkan menjadi “ET”, yang juga memiliki arti “Extra-Terrestrial” atau makhluk dari luar angkasa”. Tujuannya tidak lain menekankan bahwa karakter Elliott dan ET memiliki bound meski mereka berasal dari tempat yang berjauhan.

Di bagian awal film, kita akan melihat bagaimana ET dan teman-teman sebangsanya turun dari pesawat kemudian mendarat di sebuah hutan pinus. Di sepanjang film, memang tidak disinggung tujuan sebenarnya dari ET dan teman-temannya datang ke bumi. Tapi dari yang saya amati, sepertinya para alien tersebut mencoba mengambil beberapa helai daun dan berbagai macam tumbuhan lainnya untuk dibawa ke dalam pesawatnya. Ya, mungkin saja mereka mencoba mengembangkan tumbuhan-tumbuhan tersebut untuk ditanam di planet mereka. Hingga kali kedua saya menonton The E.T., saya baru terpikirkan pertanyaan terkait tujuan para alien tersebut. 

Sesuai dengan genrenya, The E.T. adalah film yang sangat mudah sekali diikuti jalan ceritanya. Hal yang menjadi utama tentunya adalah persahabatan antara Elliott dan saudaranya dengan ET. Ada pertemuan, ada perpisahan. ET harus kembali ke planetnya, dan seperti yang saya duga, saya benar-benar melt di bagian ini. Kembali ke karakter saya yang memang orangnya sangat ‘membenci’ perpisahan, saya begitu terharu sekali melihat perpisahan antara Elliott dengan ET. Saya benar-benar merasa menjadi Elliott, dan dengan berat hati harus saya katakan sayonara pada teman baik saya tersebut. Dari sinilah kekuatan drama yang begitu kuat dari film yang biasanya banyak dipandang penuh CGI, tapi minim kedalaman cerita.

Dari jajaran cast, terutama anak-anak, sebenarnya hampir semuanya bukanlah bintang besar di masa ini. Memang di sana ada Drew Barrymore, salah satu Charlie’s Angels, yang sempat membuat saya syok mengetahui bahwa ia pernah bermain film di usianya yang masih begitu belia. Sebenarnya, saya jauh lebih syok lagi ketika menonton Taxi Driver (1976) dan rupanya ada Jodie Foster yang masih cute di sana. Overall, The E.T. adalah film sci-fi yang bagus, menghibur, dan heartwarming, serta banyak berfokus pada keindahan dunia anak-anak, terutama dari aspek persahabatannya.

ATAU
9 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !