Minggu, 10 Mei 2015

SHAKESPEARE IN LOVE [1998]

Saya suka bagaimana film histori dibalut dengan romance dan comedy. Menghasilkan film dengan tema kisah cinta yang tidak terlalu mellow, tapi juga ada unsur sejarah yang bisa  dipelajari di dalamnya. Mungkin film yang mengalahkan Saving Private Ryan di Academy Awards ini mampu menjawab harapan saya tadi.

Bersettingkan di Inggris tahun 1500an, kala itu ada 2 panggung teater besar yang saling bersaing satu sama lainnya untuk memperebutkan penulis dan penonton, yaitu Teater Curtain milik aktor terkenal, Richard Burbage (Martin Clunes) dan Teater Rose milik pengusaha yang dililit banyak hutang, Philip Henslowe (Geoffrey Rush). Pagi itu, Henslowe dipaksa oleh Tn. Fennyman (Tom Wilkinson) melalui anak buahnya untuk membayar semua hutang-hutangnya. Henslowe bercerita bahwa William Shakespeare (Joseph Fiennes) memiliki cerita drama baru yang akan menarik banyak penonton, berjudul Romeo & Ethel, The Pirates Daughter, dengan berharap Tn. Fennyman mau menjadi partnernya dan meraup keuntungan banyak dari drama itu. Shakespeare sendiri masih bingung hari itu untuk mencari wanita yang pas dijadikan inspirasi. Ia semakin gundah lagi, kala tidak menemukan pemain yang pas untuk drama yang ia tulis di Teater Rose.

Maka datanglah seorang pemuda yang mengaku bernama Thomas Kent, ikut dalam audisi pemain. Ia benar-benar dapat menjiwai syair yang ditulis oleh Shakespeare tadi. Merasa penasaran, ia lantas mengejar pemuda tadi sampai ke sebuah rumah. Identitas pemuda tadi pun terbongkar bahwa ia adalah seorang gadis bernama Viola de Lesseps (Gwyneth Paltrow) putri seorang bangsawan. Malam besoknya, mereka berdua kembali bertemu dalam sebuah pesta. Tampak sekali bahwa mereka berdua saling mengagumi satu sama lain. Tapi sayangnya, Viola akan dinikahi oleh seorang pria yang tidak dicintainya, Lord Wessex (Colin Firth). Esoknya, Viola kembali datang ke Teater Rose dengan menyamar kembali menjadi Thomas Kent. Seringnya pertemuan antara Viola dan Shakespeare, membuat mereka semakin dekat dan cinta timbul di hati mereka berdua. Viola, dialah wanita yang menjadi inspirasi Shakespeare untuk karakter Juliet dalam Romeo & Juliet yang ditulisnya. Bagaimanakah kelanjutan hubungan Shakespeare dengan Viola ? Mungkinkah penyamarannya akan terbongkar ? Lalu bagaimana dengan Lord Wessex yang memaksa akan menikahi Viola ?  
Saya tahu bahwa Romeo & Juliet adalah drama percintaan yang gelap dan penuh tragedi. Semua orang tahu bagaimana akhirnya. Keduanya mati sebagai bukti cinta mereka berdua. Romeo & Juliet terinspirasi dari kisah pengarangnya sendiri, William Shakespeare dengan Viola de Lesseps. Kisah cinta 2 kasta yang tidak mungkin bisa bersatu. Shakespeare seorang penyair dari kelas bawah, sedangkan Viola adalah putri bangsawan yang akan dinikahi oleh orang yang tidak cintainya, Lord Wessex. Tapi, di film ini, kisah mereka berdua sendiri dikemas dengan banyak unsur komedi, sehingga tidak banyak air mata tumpah yang ditampilkan. Hampir sepanjang durasi film penuh dengan adegan yang memancing tawa. Bahkan, karakter Lord Wessex yang galak dan menyebalkan sering ditampilkan bertingkah konyol. Banyak hal yang membuat saya melihat Shakespeare in Love ini menjadi film yang indah dan colourful. Kisah cinta mereka memang tragis, tapi tidak terlihat mellow. Itulah salah satu faktor saya menyukai film ini.  

Selain kisah cinta kandas yang ditawarkan, Shakespeare in Love juga menyoroti pandangan terhadap teater di masa Elizabeth tersebut. Seperti, banyak yang menganggap bahwa teater adalah perbuatan bid’ah dan tidak senonoh. Selain itu, penonton akan mendapat pengetahuan bahwa di era tersebut, wanita dilarang bermain dalam teater. Untuk karakter wanita akan diperankan oleh pria dengan berpakaian lengkap ala wanita. Maka tidak salah bila Viola yang memiliki ketertarikan dengan syair-syair yang ditulis Shakespeare terpaksa harus menyamar sebagai pria untuk bisa bermain dalam teater. Bisa jadi, masa Shakespeare dalam menulis Romeo & Juliet ini lah titik balik dari awal diperbolehkannya wanita berkarir di industri teater drama. Meski dibuat dengan komedi, Shakespeare in Love lantas tidak membuat penontonnya hanya tertawa saja. Ada saat adegan romantis muncul, dan perasaan sedih kala kisah cinta Shakespeare harus kandas. Tapi seperti yang saya tulis sebelumnya, kesedihan yang ditampilkan tidaklah mellow. Pastinya, Shakespeare in Love adalah film romance comedy yang bagus dan banyak unsur histori di dalamnya.
ATAU
9 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !