Jumat, 08 Mei 2015

CRASH [2004]

Sebagai kemenangannya di Academy Awards tahun 2005 kemarin, Crash sempat membuat kontroversi lantaran dianggap tidak cukup baik sebagai pemenang. Banyak yang beranggapan bahwa Brokeback Mountain karya Ang Lee lebih layak sebagai pemenangnya. Di balik itu semua, film garapan Paul Haggis ini tetap bagus, meski tema yang diangkatnya adalah isu rasis yang bukan hal baru lagi di “alam” perfilman. Tapi tetap Crash memiliki keunikan tersendiri.

Seorang polisi wanita, Ria (Jennifer Esposito) bersama temannya, Graham Waters (Don Cheadle) tengah mengerem mendadak karena ada antrian panjang di depannya. Akibatnya, ia sempat dimarahi seorang wanita Tionghoa dan terjadi perdebatan kecil di antara keduanya. Antrian panjang tersebut diakibatkan ditemukannya mayat seorang pemuda akibat pembunuhan. Graham yang seorang detektif turun dari mobil untuk memeriksanya. Dengan tatapan tidak percaya, ia seperti mengenal sosok yang tewas di pinggir jalan tersebut. Di tempat lain, seorang pria Persia dengan putrinya, berdebat dengan pria penjual senjata api. Dalam perdebatan tersebut, pria Persia itu merasa bahwa penjual senjata api itu menghinanya dengan nada yang rasis. Meski sebenarnya si penjual senjata salah menilai, tetap saja pria Persia itu tidak menyukai apa yang dikatakannya. 

Di tempat lain pula, 2 pemuda kulit hitam keluar dari kafe, Anthony (Ludaris) dan Peter (Larenz Tate) yang selalu berpikiran sinis terhadap orang kulit putih. Ia beranggapan setiap hal yang dialaminya adalah diskriminasi terhadap ras kulit hitam. Di depan mereka berdua, lewat seorang jaksa wilayah kota Los Angeles, Rick Cabot (Brendan Fraser) bersama istrinya, Jean (Sandra Bullock). Pandangan mereka tiba-tiba menjadi sinis dan merasa takut dengan keberadaan Anthony dan Peter, lalu berlanjut masuk ke dalam mobil. Merasa tersinggung, setelah itu Anthony dan Peter mengejar membawa pistol lalu merebut mobil mereka. Apa yang terjadi selanjutnya ? Siapakah orang tewas yang dilihat Graham di pinggir jalan? Berhasilkah Rick mendapatkan kembali mobilnya ?  

Sinopsis di atas adalah sedikit dari karakter dan masalah kompleks yang dihadirkan dalam Crash. Bersettingkan kota Los Angeles yang penuh dengan berbagai macam ras kulit, mulai kulit hitam, hispanik, asia, dll. memang nyatanya sangat rawan terjadinya gesekan satu sama lain. Stereotype dari berbagai ras tersebut memicu pandangan negatif dari berbagai pihak lain. Kulit hitam selalu dinilai identik dengan penjahat, hispanik dengan drugs dan mafia, dan timur tengah dengan terorisme. Selain itu, kemiripan suatu ras sering kali disamakan pula, misalkan Ria yang berdarah  Puerto Rico disamakan dengan Meksiko atau orang Persia yang sering disamakan dengan Arab. Apa yang sebenarnya ingin Paul Haggis ungkapkan dalam film ini sangat sederhana sekali. Yaitu bahwa menilai buruk orang lain dari ras nya memang tidak dibenarkan, karena secara tidak langsung hal tersebut merupakan tindakan mengeneralisasi suatu kelompok. Pada hakikatnya, tentu masih ada banyak orang baik di tiap ras nya tanpa perlu kita menyamaratakannya karena dasar pandangan/stereotype tadi. 

Kekurangan dari Crash sendiri adalah kurangnya didukung beberapa akting yang bagus, akibatnya terkadang tidak terasa feel nya, kecuali Terrence Howard dan Matt Dillon yang terlihat paling bagus berakting di sini. Faktor apa yang menjadikan Crash unik sebenarnya adalah penggunaan multiple plotnya. Meski bersetting di satu kota, tapi karakter yang dihadirkan banyak dan lengkap dengan segala problematika yang dihadapinya. Bisa dikatakan, Crash memiliki kemiripan dengan Babel (2006) karya Alejandro G. Iñárritu. Keduanya menggunakan multiple plot dan “sedikit” mengangkat pula stereotype dari suatu bangsa dan daerahnya. Tapi, Babel memiliki wilayah cakupan yang lebih luas dari Crash, karena melibatkan suatu negara dengan negara lainnya. Selain itu, faktor keanekaragaman bahasa dalam Babel menjadikannya lebih universal dan dapat membuat penontonnya “tersesat” dengan pemahaman masing-masing terhadap karakternya. Overall, Crash adalah sebuah drama bagus dan unik yang kembali lagi mengangkat tema anti-rasisme.
ATAU
8,5 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !