Sabtu, 09 Mei 2015

THE TRUMAN SHOW [1998]

**FILM SUPER**
Ide cerita dari film karya Peter Weir ini benar-benar sangat unik dan saya tidak habis pikir, bagaimana bisa memiliki ide cerita yang jenius seperti ini. Dengan tagline The Story of A Lifetime, maka yang muncul dalam benak adalah film yang berkisah tentang kehidupan seseorang sepanjang hidupnya. Mulai dari kelahiran, perjalanan hidupnya, hingga akhir hayatnya.

Truman Burbank (Jim Carrey) seorang karyawan di sebuah perusahaan asuransi yang tampaknya melewati hari-harinya dengan penuh bahagia dan tanpa masalah. Setiap orang di sekitarnya mengenalnya dan tak lupa selalu menyapa. Suatu pagi, ia dikejutkan dengan penemuan lampu studio yang jatuh dari atas langit, tapi ia tidak terlalu mempedulikannya dan langsung berangkat kerja. Kehidupan bahagia Truman semakin lengkap dengan adanya seorang istri, Meryl (Laura Linney) dan sahabat yang selalu menemaninya, Marlon (Noah Emmerich). Meski kehidupannya bahagia, tapi terbesit keinginan bagi Truman untuk melihat dunia luar yang lebih luas. Ia berharap dapat pergi ke Fiji, meskipun ia phobia dengan laut karena pengalaman buruk di masa kecilnya. Ayahnya tewas tenggelam di laut ketika mereka berdua tengah naik perahu. 

Di suatu pagi, Truman melihat ayahnya yang sudah meninggal dengan penampilan sebagai gelandangan. Merasa mengenalnya, ia lantas mengejarnya. Namun, tiba-tiba semua orang di sekitarnya tiba-tiba menggelandang orang yang “mirip” ayahnya ke dalam bus. Tentu saja hal tersebut semakin membuatnya penasaran. Flashback ke masa kuliah, Truman mengenal seorang gadis bernama Sylvia (Natascha McElhone) yang diam-diam menaruh hati kepadanya. Merasa tidak tega, Sylvia memberitahukan semua rahasia yang tidak pernah diketahui Truman sepanjang hidupnya, bahwa dia dan semua yang ada di sekitarnya hanyalah rekayasa set dari sebuah acara reality show. Pernyataan Sylvia lantas membuat Truman terus memikirkannya dan segala keanehan yang selama ini ia alami sedikit demi sedikit mulai terkuak. Apa maksud dari perkataan Sylvia kepada Truman bahwa semua yang Truman alami adalah rekayasa ?  

Truman adalah “korban” dari acara reality show seumur hidup bernama The Truman Show, yang juga menjadi judul film ini. Dialah Christof (Ed Harris) penggagas acara realiti show ini. Idenya berawal dari bosannya ia melihat emosi palsu dari para aktor. Yang ia inginkan adalah menciptakan suatu acara di mana di dalamnya, sang aktor bermain dengan natural dan tanpa naskah, meski kehidupan yang dilaluinya adalah rekayasa. Maka terpilihlah Truman Burbank yang masih bayi mulai menjalani hidupnya di set studio raksasa yang di dalamnya segala kebutuhan, bangunan, dan pekerjaan terpenuhi hingga ia dewasa. Apa yang dialami Truman dipantau terus 24 jam selama hidupnya dan ditayangkan pula secara langsung. Benar-benar gila memang ide cerita pembuatan film ini. Saya benar-benar speechless membayangkan bagaimana seandainya acara tersebut benar-benar ada dan satu orang yang menjadi sorotan utama hidup di dunia yang penuh kepalsuan. 

Well, apa yang membuat gila dari The Truman Show bukan hanya pada ide ceritanya saja, tapi makna apa yang ingin diberikan Peter Weir kepada penontonnya. The Truman Show adalah bagian dari kehidupan. Truman adalah sang aktor. Maka, Christof di sini berperan sebagai Tuhan yang mengatur segala kehidupan Truman dan yang ada di sekitarnya. Memang seperti itulah cara kerja hidup ini. Kehidupan ini sudah diskenario oleh sang pencipta. Tapi, bukan berarti kita tidak memiliki kehendak sendiri yang muncul dari dalam hati. Tuhan telah memberikan hasrat, yang membuat manusia dapat memilih jalan yang ingin dilalui, meskipun semua sudah diskenario. Christof dan Truman pun juga begitu. Secara sekilas, kita berpikir bahwa kita akan sangat mengasihi sosok seorang Truman atas apa yang menimpanya mulai bayi hingga dewasa. Serta, kita akan menaruh kebencian yang sangat kepada Christof yang telah “mencuri” hidup seorang Truman. Meski Christof sudah mengatur semuanya, tapi ia sebenarnya telah memberikan jalan untuk dipilih Truman. Semua kembali kepada Truman, akankah ia menuruti jalan hidupnya untuk pergi ke dunia yang lebih luas (Fiji) ataukah ia terbebani dengan halangan berupa phobia dan desakan orang-orang di sekitarnya. Itulah yang dapat dipetik dari kisah Truman, terkadang manusia berhenti dan menyerah atas segala tujuannya, hanya karena rasa takut dan kritikan orang lain, padahal Tuhan sudah memberikan jalan dan manusia tinggal melanjutkan. The Truman Show, sebuah hiburan yang dikemas dalam hiburan. Luar biasa.   
ATAU
9,5 / 10

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ki Witjaksono atas bantuan dana ghaibnya kini kehidupan ku lebih jauh dari sebelumnya dan itu semua berkat Ki Witjaksono bagi saudara-saudara yang mau di bantu sama Ki Witjaksono silahkan hubungi: 0852_2223_1459.
      selengkapnya KLIK-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

      Hapus

AYO KITA DISKUSIKAN !