Senin, 11 Mei 2015

THE KIDS ARE ALL RIGHT [2010]


Mungkin ada beberapa film yang mengangkat tema gay maupun lesbian. Tapi tidak banyak yang mengangkat bagaimana kaum tersebut membina sebuah rumah tangga yang lengkap. Tidak berusaha men­judge, The Kids Are All Right justru menunjukkan bahwa kaum tersebut setara dengan kaum normal lainnya. Mereka juga memiliki hasrat untuk membina rumah tangga. Bahkan, dalam beberapa hal mereka lebih berhasil dari pasangan yang normal.

Joni (Mia Wasikowska) dan Laser Allgood (Josh Hutcherson) adalah bersaudara yang tengah melewati masa pubertas mereka. Kedua orangtuanya, Nic (Annette Bening) dan Jules (Julianne Moore) adalah pasangan lesbian. Mereka sekeluarga hidup dengan penuh bahagia. Keluarga mereka dibangun dengan kepercayaan dan penuh kasih sayang. Di masa tersebut, Joni dan Laser banyak mendapat hal baru yang sebelumnya mereka belum ketahui, termasuk hal mengenai kedua orangtuanya. Joni berinisiatif untuk mencari pendonor sperma yang dulu dibeli oleh orangtuanya. Setidaknya, dia berharap untuk mengetahui siapa ayah biologisnya dan Laser. Tapi bukan berarti Joni akan melupakan kedua orangtua yang telah membesarkannya, Nic dan Jules. Melalui catatan yang disimpan kedua orangtuanya, kemudian ia mencoba mengontak bank sperma, Pacific Cyrobank, untuk mencari tahu siapa yang telah mendonorkan sperma pada tahun 1991 dan 1993. 

Maka didapatlah nama Paul Hatfield (Mark Ruffalo) sang pendonor sperma itu. Joni kemudian menelepon Paul untuk mengajak ketemuan, dan Paul pun menyetujuinya. Paul seorang pengusaha kebun dan restoran organik. Acara ketemuannya dengan Joni dan Laser juga diadakan di situ. Dibandingkan dengan Laser, Joni yang paling enjoy mengobrol dengan Paul. Joni sendiri juga mengakui bahwa Paul adalah orang yang keren dan menarik. Tidak berapa lama, Joni dan Laser pun ketahuan kedua orangtuanya bahwa telah bertemu dengan si pendonor sperma, Paul. Awalnya Nic tidak setuju, tapi kemudian datanglah pembelaan dari Jules. Dia berharap Joni dan Laser mau mendiskusikan terlebih dahulu sebelum mereka bertemu Paul.

 Joni berharap bisa bertemu dengan Paul lagi. Kemudian ia menghubungi Paul dan mengajak untuk makan-makan bersama. Esoknya, Paul pun datang dan mereka makan bersama dengan penuh kehangatan dan keakraban. Dalam pembicaraan mereka, Jules meminta Paul untuk membantunya memperbaiki taman rumah. Sejak saat itu, hubungan Jules dan Paul semakin dekat dan terperciklah perasaan suka di antara mereka. Bagaimana pendapat Nic terhadap kedekatan Jules dengan Paul ?  Lalu, bagaimana dengan Joni dan Laser begitu tahu kenyataan itu ?

The Kids Are All Right adalah drama keluarga dan coming of age. Yang menjadi fokus utama di sini adalah sebuah keluarga “tidak biasa” yang dibangun oleh pasangan lesbian. Bagaimana mereka dalam menghadapi segala masalah dan membesarkan 2 anak remaja sehingga keluarga Allgood tersebut benar-benar terbina dengan kuat. Nic dengan dandanan tomboy mengisyaratkan bahwa dialah kepala keluarga Allgood, maka Jules di sini berperan sebagai ibu. Meski Joni dan Laser bersaudara dan lahir dari sperma yang sama, tapi sebenarnya mereka lahir dari rahim yang berbeda. Terkadang, Nic dan Jules memperlakukan Joni dan Laser terlalu posesif, jiwa muda mereka pun berontak. Maka dengan datangnya Paul, Joni dan Laser merasa dekat dan aman. Dengan kata lain, Paul sudah dianggap orang tua sendiri, apalagi Paul orangnya tidak seposesif orang tua mereka. Di sinilah peran Nic dan Jules yang mencoba mengembalikan kegoyahan hati mereka. Bahwa, tidak ada yang sebaik dan sedekat keluarga asli, dalam hal ini Nic dan Jules. Pada akhirnya, Joni dan Laser sendiri menyadari meski Paul adalah ayah biologisnya, tetap saja Nic dan Jules yang terbaik bagi mereka.

Saya sangat suka akting Mark Ruffalo di sini. Selalu keren dan flamboyan seperti biasanya. Annette Bening dan Julianne Moore juga berakting bagus sekali dengan memerankan pasangan lesbian yang hidup bersama penuh dengan keharmonisan. Film ini mencoba untuk menyanggah anggapan banyak orang mengenai pernikahan sesama jenis yang dianggap tidak mampu sebanding dengan pernikahan “normal”. Sang sutradara, Lisa Cholodenko, mencoba membantah hal tersebut dengan menghadirkan sosok Joni dan Laser yang menjadi pelengkap keluarga Allgood. Dengan begitu, penonton dapat menilai sendiri bahwa keluarga Allgood adalah keluarga lengkap nan harmonis seperti layaknya keluarga “normal” lainnya. Selain itu, Cholodenko secara tidak langsung menyindir keluarga “normal” yang disfungsional, bahwa keluarga lesbian saja bisa harmonis, mengapa yang “normal” tidak ? Well, saya di sini tidak mencoba menjudge atau menilainya dengan sudut pandang agama, yang jelas keluarga Allgood sudah menunjukkan yang terbaik bahwa keluarga mereka sangat patut untuk menjadi panutan bagi keluarga lainnya.  

ATAU
9 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !