Selasa, 26 Mei 2015

JUNO [2007]

Juno adalah fim yang mengangkat tema “kehamilan di luar nikah”, tapi dikemas dengan komedi dan penuh canda tawa. Saya suka bagaimana Jason Reitman mengangkat tema yang tabu, tapi tidak ditampilkan dengan nuansa yang penuh kesedihan. Dibintangi aktris Kanada, Ellen Page (X-Men, Inception) Anda akan mengikuti petualangan gadis muda yang hamil di luar nikah tapi tetap bersemangat melalui hari-harinya dengan penuh tawa.

Seorang gadis 16 tahun bernama Juno MacGuff (Ellen Page) harus menerima kenyataan pahit bahwa ia telah hamil karena sahabatnya, Paulie Bleeker (Michael Cera). Di usia kandungannya yang menginjak 2 bulan, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Sebelumnya Juno tidak pernah membicarakan kehamilannya pada keluarganya, hanya pada Bleeker sendiri dan Leah (Olivia Thirlby) yang menjadi sahabat sekaligus teman curhat. Juno kemudian memutuskan untuk menggugurkan kandungannya. Tapi, keputusannya tersebut berubah total justru ketika ia sudah berada di dalam klinik aborsi. Juno kemudian berinisiatif untuk tetap melahirkan anaknya dan memberikannya kepada orang yang lebih membutuhkan.

Juno pun akhirnya terbuka soal kehamilannya pada ayahnya (J.K. Simmons) dan ibu tirinya, Brenda (Allison Janney). Kedua orangtuanya menanggapi masalah yang dihadapi oleh Juno dengan tenangnya. Bahkan mereka pun menyetujui keputusannya untuk memberikan pada sepasang suami istri yang telah lama menantikan seorang anak, Mark (Jason Bateman) dan Vanessa (Jennifer Garner). Bagaimanakah kisah Juno selanjutnya dan hubungannya dengan Bleeker ?

Meski Juno berkisah tentang seorang gadis yang hamil di luar nikah di usia muda, tapi tidak ditampilkan dengan depressive dan kesedihan yang berlarut-larut, melainkan dikemas dengan sentuhan komedi. Dari opening credit yang colourful mungkin sudah terlihat kalau Juno ini akan dihadirkan dengan penuh kelucuan, terutama dari hubungan Juno MacGuff dengan Paulie Bleeker. Mereka berdua bukan sepasang kekasih, mereka adalah sepasang sahabat yang sama-sama nge-band di sekolah. Kepolosan dan rasa ingin tahu yang besar bagi anak remaja di usia mereka, menyebabkan terjadinya hubungan ‘bodoh’ tersebut. Ya, Juno dan Bleeker sendiri tidak tahu akibat perbuatan itu. Bahkan Juno pun tidak tahu hakikat dari mengandung sebuah bayi. Dengan polosnya Juno berencana menggugurkannya meski akhirnya ia mengurungkan niatnya tersebut. 

Saya suka bagaimana kedua orangtua Juno menanggapi kehamilannya dengan begitu tenang tanpa harus dikuasai oleh emosi. Mereka bahkan menyetujui keputusannya untuk memberikan bayinya pada seseorang yang membutuhkan. Mungkin kisah yang dihadirkan di Juno ini akan dicap ‘aneh’ atau ‘konyol’ oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih tabu dengan keadaan tersebut, terkait ‘tenangnya’ orangtua Juno dalam menanggapi masalah itu. Tapi percayalah bahwa orangtua Juno merupakan contoh yang sangat baik dalam menyikapi sebuah masalah sebesar apapun harus dengan kepala dingin. Intinya, emosi tidak akan menyelesaikan apapun. Apakah orangtua Juno merasa ‘santai’ saja dengan kehamilannya ?, tentu saja tidak. Tapi setidaknya orangtuanya tahu apa yang terbaik bagi Juno.

Awalnya, Juno seolah benar-benar ingin lepas dengan bayi yang dikandungnya. Begitu ia kenal dengan Mark dan Vanessa, ia mulai meyakini bahwa bayinya memang berada di tangan orang yang tepat. Ia mulai memikirkan yang terbaik bagi masa depan bayinya, meski ia tidak harus merawatnya. Lagipula, Juno masih perlu menikmati banyak hal indah di masa mudanya. Antara Juno dengan bayinya tentu saja ada semacam ikatan, yang membuat Juno begitu menyayanginya dan tidak bisa meninggalkan begitu saja. Tapi di satu sisi, Juno masih merasa ‘berat’ untuk membesarkannya sendiri di usianya yang masih belia. ‘Tidak bisa dibenarkan, juga tidak bisa disalahkan’. Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk Juno yang tidak tahu apa-apa mengenai hubungan intim pra-nikah, tapi ketidaktahuannya justru menjadikan masalah baru. 

Siklus manusia normal adalah “cinta” lalu “reproduksi”. Tapi bagi Juno adalah kebalikannya, “reproduksi” lalu “cinta”. Pada akhirnya Juno merasakan perasaan yang tidak biasa alias cinta pada Bleeker. Begitulah cinta, sangat irrasional dan datang secara tiba-tiba. Ya, bisa saja bayi dalam kandungannya menggandeng tangan Juno dan Bleeker serta menyatukan mereka berdua. Juno tahu yang terbaik bagi bayinya, bayinya pun tahu yang terbaik bagi Juno. Miris tapi juga lucu apa yang dialami Juno MacGuff ini. Seorang gadis belia yang melahirkan sebuah kehidupan baru yang indah nan suci di balik sebuah perbuatan yang bodoh.   
ATAU
8,5 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !