Senin, 04 Mei 2015

DOG DAY AFTERNOON [1975]

Melanjutkan review dari film Sidney Lumet sebelumnya, 12 Angry Men. Seperti film sebelumnya, Dog Day Afternoon berfokus pada satu latar tempat, yaitu bank. Tema yang diangkat Lumet pada film ini adalah mengenai perampokan, maka adegan tembak-tembakan dengan polisi dan penawanan korban menghiasi sepanjang film ini berlangsung. Tapi, apa jadinya jika pelaku perampokan tersebut adalah seorang amatir, alias baru pertama kalinya merampok ? itulah yang membuat Dog Day Afternoon berbeda.

Film ini diangkat dari peristiwa nyata yang terjadi di Brooklyn, New York pada 22 Agustus 1972. Pada menit-menit awal banyak ditampilkan footage kota tersebut, mulai dari kolam renang, pantai, pekerja bangunan, hingga lapangan tenis. Sonny (Al Pacino), Sal (John Cazale), dan Stevie (Gary Springer) telah bersiap-siap merampok bank dengan mengawasi situasi dari luar. Begitu keadaan dirasa cukup aman, mereka pun masuk. Nampak sangat jelas sekali bagaimana gugupnya Sonny ketika menodongkan senapan laras panjang kepada para pegawai bank, berbeda dengan Sal yang begitu cekatan. Maka lain lagi dengan Stevie yang merasa takut dan tidak yakin untuk melanjutkan perampokan bank tersebut. Sal pun meminta Sonny untuk membiarkan Stevie pergi, karena mereka berdua sudah merasa cukup untuk mensukseskan perampokan ini. 

Ok, tidak ada perlawanan dari pegawai bank, semua uang pun sudah dimasukkan. Untuk menghilangkan jejek, Sonny pun membakar buku register di dalam lemari bank tersebut. Apes bagi Sonny dan Sal. Asap hasil pembakaran buku register tersebut justru memancing kecurigaan di luar. Panggilan di telepon pun masuk, yang tak lain adalah Sersan Detektif Moretti (Charles Durning) yang telah mengawasi pergerakan Sonny dan Sal dari luar. 4 jam kemudian, di luar bank penuh dengan barikade polisi, wartawan, dan warga yang bergerombol untuk menyaksikan perampokan bank tersebut. Lucunya, selama berjam-jam Sonny dan Sal menahan para sandera, muncul kedekatan antara mereka dengan para sandera. Tak jarang, mereka bersenda gurau di dalam bank, padahal polisi tengah berjaga-jaga untuk bisa mengeluarkan mereka. Tak hanya itu, sesekali Sonny keluar untuk membicarakan pertukaran dengan polisi serta meneriakkan insiden yang mencoreng nama baik polisi di Attica. Hal itu semakin membuat warga bersorak dan menaruh simpati kepada Sonny.   

Ini adalah Dark Comedy. Beberapa hal ‘lucu’ dibalik perampokan yang nyata terjadi ini memang tidak patut untuk ditertawakan. Apapun alasannya, perampokan adalah hal yang serius. Memang, Sonny dan Sal masih amatiran. Tapi, perbuatan mereka tetap tergolong tindak kriminalitas tinggi. Sudah tentu polisi benar-benar serius menanggapi perbuatan mereka. Fakta menarik dari peristiwa perampokan ini adalah polisi butuh waktu hingga sekitar 12 jam lamanya untuk bisa menggiring Sonny dan Sal keluar. Nyatanya, Sonny dan Sal adalah seorang amatiran, nampak sekali dari bagaimana cara kerja mereka merampok dan memegang senjata. ‘Lucu’ dan ironis, bagaimana melihat barikade polisi sebanyak itu tidak sanggup melumpukan 2 orang amatiran dengan cepat. 

Fakta menarik lainnya adalah para sandera justru merasa agak tenang selama dalam penyekapan. Seperti yang saya tulis sebelumnya, muncul kedekatan berupa gurauan antara sandera dengan Sonny dan Sal. Bahkan salah satu dari sandera meminjam senapan laras panjang milik Sonny untuk digunakan main-main. Yang tidak kalah lucunya lagi, Sal yang ‘dingin’ malah memberikan nasihat kepada salah satu sandera yang merokok bahwa merokok dapat menyebabkan kanker. Sonny dan Sal sudah seperti selebriti. Seketika, wajah mereka dikenal luas melalui siaran televisi. Maka banyak warga yang menonton memberikan sorakan dan dukungan kepada Sonny yang telah berani menyuarakan insiden memalukan yang didalangi oknum polisi. Dan lagi-lagi, salah satu sandera malah melambaikan tangan pada warga di luar sembari melemparkan senyuman. Ada unsur komedi yang satir membuat Dog Day Afternoon layak jadi tontonan pilihan.
ATAU
9 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !