Sabtu, 23 Mei 2015

CROUCHING TIGER HIDDEN DRAGON [2000]


Saya selalu menyukai film-film Asia, salah satunya dari Tiongkok yang sangat kental dengan unsur martial-artnya. Selain itu, koreografi dan kostum-kostumnya yang bagus juga menjadi nilai tambahan. Crouching Tiger Hidden Dragon garapan sutradara Amerika kelahiran Taiwan, Ang Lee, menawarkan sensasi klasik dari film-film Tiongkok yang penuh dengan aksi laga dan kisah cinta yang menjadi ‘bumbu penyedap’. Sebagus apakah film yang berhasil memenangkan kategori Film Asing Terbaik di Academy Awards ini ?

Seorang pendekar terkenal dari perguruan Wudan bernama Li Mu Bai (Chow Yun Fat) singgah ke tempat salah satu sahabatnya, Yu Shu Lien (Michelle Yeoh). Kedatangannya tersebut dengan tujuan untuk memberikan pedang bernama Green Destiny kepada Tuan Te (Lung Sihung) melalui Shu Lien yang akan berangkat ke Beijing. Mu Bai memberikan Green Destiny tersebut dengan alasan bahwa pedang tersebut sudah banyak memakan korban di masa lalu dan sudah selayaknya untuk ia tinggalkan. Ketika Shu Lien hendak menaruh Green Destiny ke salah satu ruang di rumah Tuan Te, ia bertemu dengan putri seorang Gubernur, Jen (Zhang Ziyi). Jen nampaknya sangat tertarik dengan Green Destiny, apalagi ketika Shu Lien menceritakan nama besar Mu Bai. Malamnya, ada kehebohan di rumah Tuan Te. Seorang pencuri dengan wajah tertutup berhasil menggondol pergi Green Destiny. Shu Lien kemudian pergi mengejarnya dan sempat bertarung dengannya, meski akhirnya pencuri tersebut dapat kabur dengan bantuan dari seseorang. 

Berita hilangnya Green Destiny pun tersebar dengan dugaan pelaku utamanya adalah Jade Fox, yang tidak lain adalah orang yang telah membunuh guru Mu Bai, pemimpin perguruan Wudan. Mu Bai pun diberitahu masalah hilangnya Green Destiny dan ia bergegas menuju Beijing. Benar sekali, malam harinya Jade Fox (Cheng Pei Pei) pun menunjukkan batang hidungnya. Mu Bai telah sangat lama menantikan saat-saat di mana ia ingin membalaskan dendam kematian gurunya. Dengan mudahnya, Jade Fox berhasil dilumpuhkan. Ketika Mu Bai mulai menghunuskan pedangnya untuk segera menghabisi Jade Fox, datanglah pencuri bertopeng lalu kemudian menangkis pedang Mu Bai dengan Green Destiny hingga patah. Pertarungan Mu Bai dengan pencuri bertopeng tadi tidak bisa dielakkan. Meski Mu Bai lebih unggul, tapi ia tidak bisa mendapatkan Green Destiny kembali karena pencuri bertopeng tadi langsung kabur bersama Jade Fox. Siapakah sebenarnya pencuri bertopeng tadi ? Berhasilkah Li Mu Bai mendapatkan kembali Green Destiny dari tangan pencuri bertopeng tersebut ?

Pastinya, dari aspek martial-artnya film ini memang menghadirkan banyak pertarungan yang seru. Saya menikmati setiap aksi pertarungan yang dihadirkan, indah dan mengundang decak kagum. Dari segi aspek drama, khususnya romance, dihadirkan menjadi 2 bagian, yaitu hubungan Mu Bai dengan Shu Lien serta Jen dengan Lo (Chang Chen). Hubungan Mu Bai sendiri dengan Shu Lien awalnya memang terlihat hanya seperti sahabat saja. Tapi lama kelamaan, dari dialog yang ditangkap maka segala tabir semakin terbuka yang menunjukkan hubungan mereka berdua memang spesial. Tapi, antara Mu Bai dengan Shu Lien, mereka berdua tidak pernah bisa jujur untuk mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Sedangkan antara Jen dan Lo, hubungan mereka berdua sudah dapat ditebak saat pertama kali ditampilkannya adegan pertama kali mereka bertemu. Tapi akhirnya muncul masalah di mana Jen harus menikahi pria yang telah diputuskan oleh orang tuanya. Bagi saya pribadi, kisah cinta yang ditawarkan memang klasik dan tidak terlalu spesial. 
 
Seperti film-film Tiongkok klasik lainnya, Crouching Tiger Hidden Dragon juga banyak mengangkat kehidupan para pendekar yang hidup dengan melanglang buana dan suka menantang bertarung dengan berbagai macam senjata yang dimiliki. Dari segi karakter, sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa. Misalkan, Mu Bai seorang pendekar hebat yang berencana membalaskan dendam kematian gurunya. Lo, seorang pengembara yang jatuh hati pada Jen, meski mereka berbeda jauh latar belakangnya. Sedangkan Jen sendiri adalah gadis yang berbakat, terutama di ilmu persilatan dan pedang, tapi tidak pernah merasakan kebebasan. Maka pertemuannya dengan Lo adalah langkah awalnya untuk mengenal dunia lebih luas dalam mencari jatidiri. Beberapa kekurangan seperti plot hole banyak saya temukan di sini. Selain itu, porsi dalam menampilkan adegan pertemuan pertama Jen dan Lo terlalu panjang dan cukup membosankan. Durasi yang agak terlalu panjang tersebut sebenarnya bisa dipangkas lagi beberapa menit. 

Untuk menilai film ini dari segi keklasikannya, film ini memang memilikinya. Adegan melompat-lompat di atas genting atau pertarungan di pohon bambu menjadi ciri khas film-film laga dari Tiongkok. Minimnya penggunaan CGI dan lebih banyak menggunakan cara manual, menjadi nilai plus untuk film ini. Kesan klasiknya benar-benar dipegang kuat dan membawa kenangan akan film-film Tiongkok era 90-an. Secara keseluruhan, Crouching Tiger Hidden Dragon merupakan film action martial-arts yang cukup menghibur dengan berbagai aksi laganya, meski masih banyak sekali kekurangan di sana sini. Bukan yang terbaik memang, tapi untuk nilai klasiknya, saya acungi jempol.

ATAU
7,5 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !