Sabtu, 09 Mei 2015

THE GRADUATE [1967]

Jika Anda pernah menonton (500) Days of Summer (2009) dan masih ingat ketika narator menceritakan masa lalu Tom Hansen terkait kesalahpahamannya pada film The Graduate, inilah saatnya Anda mencari tahu maksud yang diutarakan narator tersebut. Jika Anda jeli, maka di (500) DoS pun ada footage yang diambil dari The Graduate. Film romance comedy yang diangkat dari novel karya Charles Webb ini berhasil masuk nominasi di Academy Awards kategori film terbaik dan bersaing dengan Bonnie & Clyde, meski akhirnya keduanya kalah dari In The Heat of The Night. Tidak menjadi masalah, karena Mike Nichols, sang sutradara keluar sebagai pemenang di tahun itu.

Pesta meriah diadakan untuk merayakan kelulusan Benjamin Braddock (Dustin Hoffman). Tapi, Benjamin sedikit enggan menemui para tamu yang hadir. Ia masih diliputi perasaan ragu terhadap masa depannya. Ia tak tahu akan menjadi apa kelak setelah lulus kuliah. Malam itu, semua tamu yang hadir benar-benar antusias terhadap Ben, meski ia sebenarnya risih dengan keadaan seperti itu. Di antara semua tamu yang hadir, nampak seorang wanita paruh baya cantik menatap tajam ke arah Ben sembari menghisap rokok. Wanita cantik yang bernama Ny. Robinson (Anne Bancroft) itu kemudian masuk ke kamar dimana Ben berdiam diri. Terjadi percakapan kecil di antara mereka yang berujung permintaan Ny. Robinson untuk diantar pulang oleh Ben. Ben yang telah lama mengenal Ny. Robinson karena bersahabat dengan orangtuanya, tidak merasa keberatan.

Sesampainya di rumah Ny. Robinson, dia sempat memaksa Ben untuk ikut ke kamar dan memintanya untuk melepas bajunya. Dalam keadaan seperti itu, Ben berpikir bahwa Ny. Robinson telah menggodanya. Ia kemudian memilih pulang daripada nanti Tn. Robinson datang dan masalah jadi runyam. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba Ben menelpon Ny. Robinson untuk ketemuan di salah satu hotel. Setelah memesan kamar, mereka berdua pun masuk ke dalam kamar. Awalnya, Ben hanya ingin mengajak minum-minum saja. Tapi sinyal lain dari Ny. Robinson membuat Ben tahu apa yang dimaksudnya dan ia berusaha keras menolak ajakan “nakal” tersebut. Ben yang polos akhirnya takluk juga oleh rayuan Ny. Robinson. Sejak saat itu, Ben rutin bertemu dengan Ny. Robinson tiap malam di kamar hotel. Selama affair beda usia itu, Ny. Robinson meminta Ben berjanji untuk tidak mendekati putrinya, Elaine (Katharine Moss) yang sebentar lagi akan datang dari Berkeley. Padahal, orang tua Ben berencana menjodohkannya dengan Elaine. Bagaimana kelanjutan hubungan gelap Ben dengan Ny. Robinson ? Akankah Ben menepati janjinya atau malah jatuh cinta dengan Elaine ?     

Lagu dari Paul Simon dan Garfunkel yang berjudul The Sound of Silence pas menjadi background segala kegundahan hati Ben. Ben, seperti anak muda lainnya yang baru saja lulus kuliah, bimbang terhadap masa depannya. Yang ia inginkan adalah masa depannya dapat menjadi sesuatu yang berbeda. Kehilangan kendali seorang Ben dalam pencarian masa depannya, membuat ia harus menjalin affair dengan sahabat orang tuanya, Ny. Robinson. Ben menolak setiap ajakan “nakal” Ny. Robinson, karena ia menghargainya sebagai sahabat orangtuanya. Tapi, sisi “jantan”nya akhirnya muncul juga. Sepertinya Ben melakukannya hanya sekilas saja, tanpa ia pikirkan dampak apa yang akan terjadi ke depannya. 

Janji dari Ny. Robinson untuk Ben agar menjauhi Elaine sepertinya mudah di awal saja. Elaine adalah teman masa kecil Ben. Ketika Elaine datang dan Ben diminta untuk menemaninya jalan-jalan, ia tentu mau saja. Ben berusaha sekeras mungkin agar membuat Elaine tidak menyukainya dan menganggapnya sebagai cowok yang menyebalkan. Tapi sekeras apapun Ben melakukannya, tidak bisa dibohongi ada perasaan lebih antara mereka berdua. Saya suka cerita sederhananya. Saya juga suka akting Dustin Hoffman sebagai pemuda yang polos tapi mudah digoda. Pada akhirnya penonton dapat menebak sendiri, bagaimana akhirnya dan siapakah sebenarnya cinta sejati dari Ben. Apa yang ingin diceritakan di sini adalah pencarian jati diri seorang anak muda dalam menghadapi misteri masa depan. Terkadang seorang anak muda dengan mudahnya berbuat kesalahan tanpa dipikirkan konsekuensinya. Selain itu, pencarian cinta sejati seorang anak muda, dalam hal ini Ben, juga masuk dalam tema yang diangkat. Komedi yang ditawarkan memang pas, dan tidak berlebihan. Saya suka bagaimana endingnya, sangat sangat lucu sekali. So, apakah Anda sudah menemukan yang dimaksud oleh narator di (500) DoS tentang kesalahpahaman Tom Hansen dalam memaknai film ini ?  
ATAU
9 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !