Minggu, 17 Mei 2015

analisa poster 127 HOURS [2010]



Ini adalah kategori baru dalam blog yang saya buat, yaitu mengenai poster film. Selain filmnya sendiri, poster juga memiliki daya tarik, terutama unsur artistiknya. Selain itu, poster juga memberikan pemaparan tentang film itu sendiri melalui tulisan maupun gambar yang tertera, dan itu sangat menarik untuk dianalisa. Berikut ini adalah analisa saya mengenai poster film 127 HOURS yang dapat ditinjau dari aspek visual, tipografi, dan warna. Dari hasil analisa tersebut, nantinya kita akan mencari tahu genre atau bercerita tentang apa film dalam poster tersebut.

1.         ASPEK VISUAL
  • tebing berhimpitan membentuk jam pasir
  • seorang pria terjepit di antara tebing dan melihat ke bawah
  • gambar pria ditampilkan dengan ukuran kecil dan relatif kurang jelas

2.         ASPEK TIPOGRAFI
  • Kata “127 HOURS” ditulis dengan huruf yang cukup besar dan paling menonjol
  • Kata“EVERY SECOND COUNTS” sebagai tagline ditulis di bawah kata “127 HOURS”
  • "A TRIUMPHANT TRUE STORY” ditulis pada bagian atas sendiri

3.         ASPEK WARNA
  • Warna langit menjadi penanda waktu, biru tua penanda malam, biru muda penanda pagi, dan warna jingga penanda sore hari.
  • Warna coklat pada kata “127 HOURS”

INTERPRETASI :
  • Kata “A TRIUMPHANT TRUE STORY” ditulis di atas sendiri mengesankan bahwa posisinya paling mudah dibaca. Posisi tersebut sangat pas, mengingat kebanyakan orang cenderung menyukai film-film yang diangkat dari kisah nyata.
  • Seorang pria yang tengah terjepit di antara tebing bebatuan.
  • Pria yang terjepit itu kemungkinan besar dalam keadaan bahaya dan telah menghabiskan banyak waktu selama ia terjepit.
  • Waktu yang harus dilalui tersebut diperkuat dengan judul film itu sendiri “127 HOURS”, serta tagline “EVERY SECOND COUNTS”. Pergantian waktu dari warna langit dan gambar jam pasir yang terbentuk dari gabungan 2 tebing semakin memperkuat kesan tersebut.
  • Pria tersebut memakai topi, celana pendek, dan kemungkinan besar memakai sepatu sport, menguatkan bahwa dia adalah seorang petualang.
  • Gambar pria tersebut sengaja dibuat kecil dan tidak jelas, supaya membuat konsumen menjadi penasaran dan semakin tertarik lagi agar menontonnya.
  • Setting yang digunakan adalah dataran tinggi di Amerika atau bisa juga di Australia.
  • Warna coklat pada kata “127 HOURS” memperkuat bahwa setting film ini berada di tebing-tebing bebatuan, karena warna coklat adalah warna dominan dari tebing bebatuan.
  • Warna gelap dari bagian bawah tebing menunjukkan bahwa tebing tersebut sangat curam. Dapat dilihat juga bagaimana pria tersebut melihat ke bawah, seolah-olah sedang berhati-hati agar tidak jatuh, karena tebingnya sangat curam.
  • Kata kunci yang bisa didapat dari film ini adalah adventure dan survival.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !