Jumat, 22 Mei 2015

LES MISÉRABLES [2012]


Les Misérables yang memiliki arti “orang-orang yang teraniaya” ini, berasal dari novel Perancis terkenal karya Victor Hugo tahun 1862. Seiring berjalannya waktu, Les Misérables sendiri sudah sering diangkat ke dalam film ataupun teater musikal. Untuk versi film arahan sutradara Inggris, Tom Hooper, yang sebelumnya sukses lewat The King’s Speech (2010) ini, sudah direncanakan mulai akhir tahun 1980-an dan sempat terhenti. Sebenarnya, bercerita tentang apa Les Misérables yang sangat terkenal ini ?

Di abad ke-19, tepatnya 20 tahun paca Revolusi Perancis, seorang narapidana bernama Jean Valjean (Hugh Jackman) bebas bersyarat setelah menerima masa hukuman 19 tahun. Sebelumnya, Jean Valjean dipenjara karena tuduhan telah mencuri sepotong roti. Meski bebas, tapi setiap gerak geriknya selalu diawasi oleh Inspektur Javert (Russell Crowe). Setelah dirasa aman, Jean Valjean kemudian mengubah identitasnya menjadi Madeleine. Tidak hanya itu, ia juga sukses dalam membangun usaha dan menjadi seorang walikota yang dihormati karena kebaikannya. Suatu ketika, salah seorang pegawainya, Fantine (Anne Hathaway) difitnah oleh sesama pekerja lainnya dan membuatnya terusir dari tempat kerja. Berharap mendapat bantuan dari Tuan Madeleine, tapi suara jerit pertolongannya tidak sempat terdengar. Menderitalah Fantine dan ia menjual semua perhiasan dan rambut panjangnya. Dalam keadaan tersebut, Tuan Madeleine menyelamatkannya dan berjanji akan membesarkan anak semata wayangnya, Cosette. 

Selama bertahun-tahun, Cosette (Amanda Seyfried) hidup dengan tenang dan bahagia bersama Tuan Madeleine. Ia tidak lagi mendapat perlakuan buruk dari Thenardier (Sacha baron Cohen) dan istrinya (Helena Bonham Carter). Pun begitu dengan Tuan Madeleine, ia tidak lagi dikejar-kejar oleh Inspektur Javert. Suatu ketika, Cosette membuat seorang pemuda bernama Marcius (Eddie Redmayne) jatuh hati padanya. Cosette pun juga merasakan hal yang sama pada Marcius. Tapi apa yang tidak diketahui oleh Cosette adalah Marcius merupakan anggota pemberontak yang akan menggulingkan kekuasaan Raja Perancis yang dianggap lalim. Setelah bertahun-tahun menghilang dalam damai, keberadaan Tuan Madeleine tercium lagi oleh Inspektur Javert yang selama ini selalu mencarinya dan bersumpah akan menangkapnya kembali dan menjebloskannya ke dalam penjara. 

Suasana di Perancis kala itu benar-benar kacau balau, terutama perang dalam negeri antara para pemberontak yang menuntut kemerdekaan dengan para pasukan Kerajaan. Dalam keadaan sulit tersebut, Tuan Madeleine harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari Inspektur Javert. Tentu saja, hal tersebut juga membuat Cosette jauh dari Marcius. Berhasilkah Tuan Madeleine lepas dari kejaran Inspektur Javert ? Manakah kemudian yang dipilih Marcius antara perjuangannya atau upayanya mendapatkan cinta Cosette ?

Apa yang membuat Les Misérables begitu spesial dibanding film drama musikal lainnya adalah pada seluruh dialog-dialognya dilagukan hingga akhir, berbeda dengan Chicago (2002), The Wizard of OZ (1939), atau Across The Universe (2012) yang hanya menempatkan lagu-lagunya sebagai selingan saja. Selain itu, sinematografi dari Danny Cohen membuat Les Misérables tampil begitu indah, mewah, dan megah. Untuk aspek akting, saya menyukai Hugh Jackman di sini. Itu menandakan bahwa kualitas beraktingnya tidak hanya stuck di karakter ‘aman’ seperti Wolverine saja. Selain itu, Russell Crowe juga bermain bagus di sini.

Les Misérables memang banyak mengangkat tema yang kompleks. Mulai dari usaha seorang narapidana yang berusaha membersihkan nama baik, kehidupan keras seorang wanita untuk membahagiakan anaknya, 2 pengusaha penginapan yang berlaku curang dalam menjalankan usahanya, kisah cinta, cinta tak terbalas, seorang penegak hukum yang taat menjalankan tugasnya, hingga perjuangan kaum pemuda dalam meraih kemerdekaan. Semua disusun dengan rapi dan bagus, sehingga jalan ceritanya mudah untuk diikuti serta tidak membosankan, dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.   

Jika ditilik dari judulnya yang berarti “orang-orang yang teraniaya”, maka Les Misérables berfokus pada kehidupan para karakternya dari keteraniayaan menuju kebebasan, seperti lepasnya Jean Valjean dari Inspektur Javert, lepasnya Fantine dari kesengsaraan hidup, Cosette dari pasangan Thenardier, Marcius yang mewakili rakyat Perancis dari kediktatoran penguasa, dan masih banyak lagi. Bahkan menurut saya, Inspektur Javert sendiri sebenarnya selama ini juga terkurung dari “kesengsaraannya” berupa pengejarannya pada Jean Valjean selama bertahun-tahun dan berujung pada “kebebasannya” setelah ia merasakan dengan nyata kebaikan Jean Valjean. Tema liberté atau kebebasan juga menjadi eksekusinya di mana seluruh rakyat Perancis merayakan kemerdekaan atas lepasnya dari pengaruh tirani. 

Pada awalnya, saya mengira Les Misérables akan berjalan dengan tempo yang lambat dan cenderung membosankan. Apalagi, sebenarnya saya juga bukan penyuka film-film musikal. Tapi melihat jalan cerita yang ditawarkan di Les Misérables yang mudah dicerna dan disajikan dengan begitu indah dan megah, benar-benar membuat saya menikmatinya. Saya sendiri paling menyoroti 2 karakter yang  saling ‘kucing-kucingan’ di sini, yaitu Jean Valjean dan Inspektur Javert. Kita tidak bisa menjudge dengan mudahnya Jean Valjean adalah orang yang berusaha menghindari hukum atau Inspektur Javert adalah orang yang jahat. Pada dasarnya, mereka berdua melakukan apa yang harus mereka lakukan sendiri. Serta di balik itu, terdapat pesan moral yang baik dari keduanya. Yah, sesederhana itulah kisah yang dihadirkan di Les Misérables, dan saya sangat menyukainya.

ATAU
9 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !