Sabtu, 30 Mei 2015

THE SPONGEBOB MOVIE : SPONGE OUT OF WATER [2015]


Ini kali keduanya SpongeBob diangkat ke layar lebar setelah film pertamanya di tahun 2004. Apa yang membuat SpongeBob Movie ini berbeda dari sebelumnya adalah penambahan fitur baru berupa karakter yang diformat menjadi animasi 3D ketika crossover dengan Live-Action. Mulai dari lelucon khas SpongeBob hingga karakter dengan wujud absurd juga masih tetap dipertahankan di sini.

Semua berawal (lagi dan berulang kali) ketika Plankton (Mr. Lawrence) mencoba mendapatkan formula rahasia Krabby Patty dari Krusty Krabs. Perang antara Plankton dengan SpongeBob (Tom Kenny), Patrick (Bill Fagerbakke) dan Mr. Krabs (Clancy Brown) pun tidak bisa terhindarkan. Perang tersebut berakhir dengan kekalahan Plankton, yang ternyata hanya bagian dari strateginya. Begitu Mr. Krabs lengah, Plankton berhasil mendapatkan formula rahasia dari dalam brangkas. Tapi kemudian, formula rahasia tersebut hilang begitu saja tanpa tahu siapa yang mengambilnya. 

Plankton pun mendapat penghakiman dari warga Bikini Bottom yang sebelumnya telah digerakkan oleh Mr. Krabs. Karena Plankton tidak bersalah, SpongeBob pun memberikan pembelaannya. Bikini Bottom semakin kacau oleh ulah warganya ketika tahu Krabby Patty benar-benar habis, dan SpongeBob sendiri tidak hafal formula untuk membuatnya. Plankton kemudian mengajak SpongeBob untuk membuat mesin waktu yang dapat mengembalikan mereka ke masa beberapa jam sebelum akhirnya formula Krabby Patty menghilang. 

Hampir tidak ada lagi yang baru di SpongeBob Movie ini selain penambahan format animasi 3D-nya. Masih dengan beberapa lelucon khas seperti permainan kata, lelucon slapstik repetitif, hingga kemunculan karakter dari non-animasi atau non-3D. Untuk bagian yang ketiga ini sebenarnya saya cukup sulit menjelaskannya. Jika Anda pernah menonton serial tv SpongeBob, di salah satu episodenya terdapat karakter berupa gorilla (suit actor) yang muncul di situ, maka Anda akan mengerti dengan yang saya maksud. Di SpongeBob Movie inipun juga muncul karakter seperti tersebut, hanya saja bentuknya adalah lumba-lumba.   

Saya memang bukan fans SpongeBob, tapi saya tidak menyangkal bahwa saya cukup sering tertawa dengan lelucon khasnya. Tapi tidak jarang juga saya merasa ‘garing’, atau memang saya tidak mengerti dengan leluconnya tersebut. Saya sendiri menyadari bahwa tidak semua penonton (terutama anak-anak) akan mengerti lelucon yang dilemparkan oleh para karakter di SpongeBob ini, terutama dari lelucon ‘dewasa’ hingga permainan bahasanya. Untuk anak-anak sendiri, mereka mungkin cenderung sering menertawai lelucon slapstik nan konyol ala SpongeBob yang mudah dicerna.

Tidak ada yang baru dan tidak ada yang dieksplorasi lebih dalam lagi. Semua masih sama, khususnya ketika menjadikan pencurian resep oleh Plankton sebagai adegan pembuka, sama sekali tidak memancing atensi saya untuk mengharapkan hal yang lebih spektakuler lagi. Seiring berjalannya film, saya cukup merasa ada ‘harapan’ ketika konflik yang dihadirkan terkait menghilangnya resep Krabby Patty, mampu memberikan kesan misteri untuk terus diikuti. Tapi semua berubah tatkala segala konflik yang dibangun ‘lumayan’ bagus itu, berubah menjadi ‘murahan’ ketika (lagi-lagi) time machine menjadi satu-satunya solusi pemecahannya.

Tahun ini adalah tahunnya film superhero. Para pecinta film benar-benar terjangkiti oleh demam  superhero yang mewabah itu. Tidak terkecuali, SpongeBob Movie ini. Tribute film superhero, terutama The Avengers yang sebelumnya menjadi konsep Big Hero 6 (2014), juga diselipkan di SpongeBob ini. Dikisahkan ketika SpongeBob dkk. naik ke daratan, mereka ingin menjadi superhero untuk menangkap pelaku pencurian formula Krabby Patty. Maka di sini Anda akan menemui Hulk dan juga IronMan dari karakter di SpongeBob yang sudah diformat 3D. Parodi film lain juga sempat muncul, meski porsinya tidak terlalu banyak.

Dengan durasi hanya 92 menit, tidak tahu mengapa SpongeBob Movie terasa cukup lama untuk ditonton. Bisa saja itu merupakan efek yang muncul dari pikiran saya untuk segera check-out dari alam ‘keanehan’ SpongeBob. Secara keseluruhan, SpongeBob Movie memang bukanlah film animasi komedi yang brilliant seperti The Lego Movie (2014), tapi setidaknya masih memiliki unsur yang menghibur. Ya, saya cukup terhibur dan tertawa geli dengan segala kebodohan dari lelucon yang disajikan. Terkadang, unsur menghibur itulah yang banyak terlewat dari film dengan kualitas ‘biasa’.    

ATAU
6,5 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !