Jumat, 08 Mei 2015

DRIVING MISS DAISY [1989]

Gesekan yang terjadi antara 2 atau lebih penganut agama berbeda dipandang adalah hal yang serius dan sensitif. Jika tema tersebut diangkat ke dalam film, maka yang muncul pertama kali dalam benak adalah film yang cukup berat dirasa. Serta karakter di dalamnya pasti membawa keyakinan masing-masing yang kuat dan susah untuk disandingkan. Berbeda dengan Driving Miss Daisy, meski mengangkat “sedikit” tema gesekan antar 2 agama, tapi dikemas dengan sangat ringan dan dengan sentuhan komedi pula.

Seorang wanita tua bernama Daisy Werthan (Jessica Tandy) terlihat akan pergi ke suatu tempat dengan mobil pagi itu. Naas, ia malah salah memasukkan persneling, sehingga mobillnya mundur dan masuk ke halaman tetangganya. Maka datanglah anaknya, Boolie (Dan Aykroyd) untuk menasihatinya sambil membicarakan masalah asuransi. Di perusahaannya, Boolie bertemu dengan Hoke Colburn (Morgan Freeman) yang telah membantu salah satu karyawannya terjebak dalam lift. Hoke direkomendasikan untuk Boolie oleh karyawan lain sebagai sopir untuk ibunya. Boolie tidak tega melihat ibunya yang sudah tua mengendarai mobil sendiri, apalagi terkait insiden sebelumnya. Pada awalnya, Ny. Daisy menolak untuk menerima Hoke sebagai sopirnya dengan berbagai alasan. Hoke sendiri juga bingung apa yang harus dilakukan, karena sejak hari pertama bekerja, ia banyak menganggur. Maka ia putuskan membantu hal-hal kecil lainnya, tapi malah dimarahi Ny. Daisy dengan nada ketus. Sangat berbeda sekali perlakuan Ny. Daisy dengan pembantu wanitanya, Idella.

Pagi itu, Ny. Daisy memutuskan akan pergi ke suatu tempat dan Hoke memaksakan diri untuk mengantarkannya. Lagi-lagi Ny. Daisy menolak dan mengutarakan banyak alasan. Tidak tinggal diam, Hoke memaksanya terus karena ia merasa berkewajiban melakukannya sebagai ikatan kerja.  Jalanlah Ny. Daisy sendirian dengan perasaan kesal. Lantas Hoke mengejarnya dengan mobil karena tidak tega melihat Ny. Daisy berjalan sendirian. Paksaan dari Hoke dirasa cukup membuat capek Ny. Daisy, dan akhirnya ia menuruti juga untuk diantar. Meski di dalam mobil terjadi argumen di antara keduanya, tapi Hoke menanggapinya dengan senyuman dan guyonan. Seiring berjalannya waktu, maka sering pula Ny. Daisy diantar kemana saja oleh Hoke. Dari seringnya mereka bertemu, maka terciptalah kedekatan antara mereka. Bagaimanakah kelanjutan kisah lucu antara Ny. Daisy dengan Hoke ?

Sentimen antar pemeluk agama Yahudi dan Kristen memang sedikit diangkat dalam film ini. Ny. Daisy yang beragama Yahudi menunjukkan pandangan sinisnya terhadap menantunya, Florine, dan Hoke yang keduanya beragama Kristen. Tapi, Ny. Daisy tidak bersikap demikian kepada pembantunya Idella meski beragama Kristen. Sikap sinis dan nada bicara ketus Ny. Daisy sebenarnya bukan didasari masalah perbedaan keyakinan tersebut, tapi lebih ke arah personal. Seperti halnya kepada Hoke, Ny. Daisy menunjukkan ketidaksukaan di awal karena dengan keberadaan Hoke tersebut, maka ia merasa dianggap remeh oleh Boolie yang mempekerjakannya. Niat baik dari Boolie untuk membantunya dengan mempekerjakan Hoke memang disalahartikan oleh Ny. Daisy. Malangnya, Hoke yang baik hati malah jadi korban omelan Ny. Daisy.

Driving Miss Daisy adalah drama keluarga yang sederhana dan ringan, tapi tidak murahan. Kehangatan dari chemistry antar karakternya menjadi daya tarik utama. Unsur komedi segar di sini justru muncul dalam adu argumen antara Ny. Daisy dan Hoke. Sekalipun Ny. Daisy tampak memarahi Hoke, secara tidak langsung ia juga mengucapkan segala curahan hatinya kepada Hoke. 2 karakter sentral di sini, Ny. Daisy dan Hoke memang memiliki keunikan tersendiri. Ny. Daisy bisa dibilang orang yang Jaim (Jaga Image) dalam hal ini. Ia tidak mau dianggap tidak mampu dalam melakukan segala kegiatannya, meski usianya sudah tua. Hoke sendiri adalah karakter favorit saya. Tidak pernah ia berpikiran negatif tentang Ny. Daisy. Dengan segala keluguan dan kelucuannya, ia sangat sabar menanggapi jawaban ketus dari Ny. Daisy, bahkan ia selalu menyelipkannya dengan guyonan. Hal itulah yang membuat saya sering tersenyum kecil mengingat tingkah polah Hoke itu. Ny. Daisy sebenarnya adalah pribadi yang kesepian. Kedekatannya dengan Hoke membuatnya sadar bahwa Hoke lah satu-satunya temannya yang bersedia mendengarkan segala ceritanya. Secara keseluruhan, dapat saya katakan bahwa Driving Miss Daisy adalah drama ringan yang dikemas dengan “manis”. Saya menikmatinya.

ATAU
9 / 10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

AYO KITA DISKUSIKAN !