Sabtu, 02 Mei 2015

CONTACT [1997]


Hingga kini, sudah ada sekitar 5 film dari Robert Zemeckis yang pernah saya tonton, antara lain trilogy Back to The Future (1984-1990), Forrest Gump (1994), A Christmas Carol (2001), Cast Away (2000), dan Flight (2012). Kali ini saya akan mereview filmnya yang sudah cukup lama dirilis, berjudul Contact. Melihat bagaimana respons positif mengenai film ini, sudah tentu besar keinginan saya untuk menontonnya. Apalagi film ini bergenre sci-fi, yang mana adalah salah satu genre favorit saya.
Ellie Arroway (Jodie Foster) sangat mencintai dunia astronomi. Kecintaannya tersebut juga sangat didukung oleh ayahnya. Hingga pada akhirnya, ayahnya meninggalkannya ketika Ellie masih berusia 9 tahun. Kecintaannya tersebut berlanjut hingga ia bekerja pada program satelit di Observatorium Arecibo, Puerto Rico, bernama Program SETI. Dari situlah Ellie kemudian berkenalan dengan seorang pemuda bernama Palmer Joss (Matthew McCounaghey), seorang penulis lulusan bidang Teologi yang banyak mengemukakan pertentangannya mengenai pen”dewa”an terhadap teknologi serta melupakan hakikat manusia sesungguhnya. Masalah pun datang, terutama pada bagian pendanaan yang akhirnya diputus oleh David Drumlin (Tom Skerrit) yang selama ini telah banyak memberikan sumbangan dana. Drumlin menyadari bahwa proyek yang selama ini dikerjakan oleh Ellie dalam mencari keberadaan asing di semesta jauh, hanyalah sia-sia. 

Dengan keyakinan yang bulat, Ellie dan rekan-rekannya pun memutuskan untuk mencari dana dan tempat baru untuk melanjutkan program SETI di New Mexico. 4 tahun kemudian, komputer Ellie menangkap sinyal yang diyakini dikirim oleh kehidupan asing. Dengan bantuan rekan-rekannya, Ellie dapat mencari sumber sinyal asing tersebut yang ternyata berasal dari bintang Vega dengan jarak 26 tahun cahaya dari bumi. Maka, setelah berhasil menerjemahkan pesan asing tersebut, didapatlah pesan berbentuk bilangan prima yang kemudian dikonversi menjadi cetak biru berupa rancangan pesawat. Lalu, apa tujuan dari makhluk asing tersebut mengirimkannya ? 
Ellie memiliki keyakinan yang sangat besar tentang adanya kehidupan lain di luar bumi, dengan memegang erat pesan dari ayahnya yang meyakini bahwa “jika semesta hanya manusia yang menempati, maka angkasa adalah tempat yang sia-sia”. Keyakinan Ellie tersebut justru malah menjadi bumerang, ketika banyak yang menolak tentang pendanaan proyeknya karena dinilai bahwa proyeknya tak lebih hanyalah fiksi ilmiah yang tidak bisa dibuktikan. Dan juga, Ellie yang meyakini suatu hal berdasarkan dengan bukti nyata, telah membuktikan bahwa ada keraguan dalam dirinya mengenai hakikat tentang Tuhan, dan hal tersebut tentu bertolak belakang dengan Palmer yang dicintainya adalah seorang relijius. Keraguannya tersebut juga yang pada akhirnya harus menyingkirkannya dari kursi kandidat dalam misi menuju Vega. Namun dengan bantuan S.R. Hadden (John Hurt), ia berhasil menjadi awak tunggal menuju Vega.

Contact diangkat dari novel Carl Sagan tahun 1985. Kunci utama yang terdapat dalam film Contact adalah kepercayaan, bagaimana membangun rasa percaya tersebut, sekalipun untuk membuktikannya saja tentu sulit. Itulah hal yang membuat Contact begitu menarik. Ellie harus meyakinkan orang-orang untuk mempercayai bahwa kehidupan asing tersebut berkomunikasi bukan dalam rangka invasi, melainkan untuk saling mengenal. Ellie dan Palmer yang saling mencintai tapi berbeda pandangan, memiliki keyakinan yang mengikat mereka berdua, yaitu pencarian jalan kebenaran. Tidak sampai di situ saja, Contact juga melemparkan pertanyaan kepada para penonton di bagian akhir, “apakah Anda percaya yang dialami Ellie?” “benarkah Ellie berhasil melewati Black Hole atau hanya mimpi?” Setiap penonton memiliki pendapatnya masing-masing. Sungguh besar kekuatan kepercayaan. 
ATAU
9 / 10

1 komentar:

AYO KITA DISKUSIKAN !